Plasenta Pada Wanita Hamil Mengandung Jelaga Dari Polusi Udara

By Celine Veronica, Senin, 28 Oktober 2019 | 14:30 WIB
Janin dan plasenta (Mohammed Haneefa Nizamudeen/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.idJelaga adalah butiran halus dan lunak yang berasal dari asap lampu dan sebagainya yang berwarna hitam. Menurut sebuah penelitian dari jurnal Nature Communications, bintik-bintik jelaga yang keluar dari mesin mobil dan pabrik bahan bakar fosil dapat ditemukan di sisi plasenta janin.

Penelitian tersebut dipimpin oleh para ilmuan dari Hasselt University di Belgia mempelajari plaseta pasca kelahiran yang diambil dari 28 wanita yang terpapar polusi udara. Dengan menggunakan gambar beresolusi tinggi,mereka mengungkapkan adanya partikel karbon hitam mikroskopis, jelaga yang dikeluarkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, di sisi plasenta janin.

“Temuan pertama adalah partikel jelaga dapat masuk ke bagian janin melalui plasenta, yang berarti bahwa selama salah satu tahap kehidupan yang paling rentan, (ketika) sistem organ sedang dalam pengembangan penuh, translokasi partikel dari paru-paru ibu ke janin mungkin terjadi,” ujar Tim Nawrot, penulis dan profesor epidemiologi lingkungan di Pusat Ilmu Lingkungan Hasselt University, dilansir dari IFL Science.

Baca juga: Manfaat Buah Naga Bagi Ibu Hamil, Cegah Cacat Hingga Obati Sembelit

“Partikel-partikel ini menyebabkan respons peradangan dan mugkin juga bereaksi dengan DNA,” tambahnya.

Mereka menyimpulkan bahwa perlu adanya pengembangkan standar polusi udara yang dapat melindunginya dari jelaga yang dikeluarkan.

Ibu-ibu yang tinggal di daerah dengan polusi udara yang bahaya selama kehamilan memiliki tingkat partikel karbon hitam perumahan yang lebih tinggi (lebih dari 2,4 mikrogram per m3) dibandingkan dengan 10 ibu yang telah terpapar dengan tingkat karbon hitam perumahan yang lebih rendah (0,63 mikrogram per m3).

Plasenta adalah organ yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan yang berfungsi untuk memberikan oksigen dan nutrisi bagi janin yang sedang tumbuh, serta untuk menghilangkan produk limbah dari darah bayi. Hal ini dapat mencegah masuknya beberapa infeksi, tetapi tidak dapat melindungi dari masuknya virus. Diyakini bahwa partikel-partikel tersebut dapat bertranslokasi dan melewati penghalang plasenta tersebut.

Sementara gambaran polusi udara yang melewati plasenta telah dibuat dalam penelitian yang lebih kecil. Penelitian ini menyertakan bukti dari jumlah tersebsar kasus manusia yang ditemukan memiliki jelaga di sisi janin dari plasenta. Dalam sebuah artikel dalam jurnal Clinical Epigenetics, para peneliti menyajikan bukti yang menunjukkan bagaimana polusi udara dapat menyebabkan perubahan pada plasenta. Sebagai contoh, mereka menyarankan polusi udara dapat memicu stres oksidatif, peradangan, perubahan metabolisme energi, dan perubahan epigenetik dalam plasenta.