Waspada infeksi saluran pernapasan atas

By , Selasa, 4 Januari 2011 | 10:42 WIB

Tahun 2010, WHO memperkirakan 1,6 juta anak meninggal akibat masalah radang saluran pernapasan (pneumonia). ISPA, yang salah satunya disebabkan oleh pneumonia, juga mengambil porsi 28 persen sebagai penyebab utama kematian balita di Indonesia.
ISPA merupakan penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus, faring, atau laring.
Gejala-gejala ISPA adalah badan pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, dan sakit pada tengorokan. Pola penularannya berlangsung lewat kontak dan melalui udara dalam jarak dekat. Oleh karena itu, ISPA cenderung menular secara epidemi.
Hal terpenting dalam pencegahan infeksi ini adalah melindungi mulut, hidung, bahkan mata, dengan masker atau kacamata pelindung wajah. Kebersihan tangan pun harus selalu dijaga. Pasien dengan ISPA membersihkan tangan dengan sabun, air, serta pembersih tangan berbasis alkohol.
WHO juga menyarankan pengendalian lingkungan, seperti ventilasi yang baik, penempatan pasien rawat dengan benar, dan pembersihan yang memadai juga termasuk dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri patogen penyebab ISPA.
Sumber: WHO