Ketika Raden Saleh jadi Kiblat Mode

By , Senin, 11 Juni 2012 | 13:10 WIB
()

Sabtu malam (9/6), Galeri Nasional, Jakarta, riuh dengan dentuman musik. Bukan karena ada konser penyanyi terkenal di situ. Melainkan musik pengiring langkah gemulai para model dalam acara pagelaran busana dengan moto "Raden Saleh – Pelopor Seni Lukis dan Mode Indonesia".

Orang mungkin bertanya, kiblat mode apa yang bisa dicontoh dari Raden Saleh? Pelukis Indonesia pengenyam pendidikan Eropa yang mengarang sendiri gaya berpakaiannya. Awalnya, Saleh yang 25 tahun tinggal di Eropa, bergaya perlente dan kebarat-baratan saat berdiam di Den Haag, Belanda. Tapi saat pindah ke Dresden, Jerman, pelukis keturunan Arab ini menggabungkan sorban dengan kemeja dan jaket bermanik.

Tapi gaya nyentrik ini sepertinya bukan masalah bagi 11 peserta yang merupakan hasil saringan dari sebelumnya 70 peserta. Kompetisi ini merupakan bagian dari pameran "Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia," di Galeri Nasional, mulai tanggal 3 sampai 17 Juni 2012.

Kelima busana muslim rancangan Rini K. Konitatin, pemenang kompetisi “Raden Saleh Goes Fashion” di Galeri Nasional, Jakarta, (9/6). Rini memenangkan hadiah berupa trip ke Berlin Fashion Week. (Amna Oriana)

Rini K. Konitatin sebagai juara umum malah mampu menggunakan gaya busana Saleh ke arah berbeda 180 derajat: baju muslimah. Saat ditanya apa dirinya menemui kendala dalam menemukan inspirasi dari Saleh, Rini menjawab ringan, "Ngga susah, karena dari lukisannya saja Raden Saleh sudah menunjukkan suatu ciri khasnya sendiri."

Rancangannya yang bergaya militer ini diambil dari gaya pada zaman kolonial Belanda saat itu. Sebagai juara umum, alumni STISI Bandung jurusan Kriya Tekstil dan Mode tersebut menerima hadiah kunjungan ke Berlin Fashion Week di  Jerman. Selain juara umum, ada pula juara favorit yang jatuh kepada Cynthia Kurniawan. Juara favorit dipilih melalui voting dari pengunjung yang hadir malam itu.