Voluntourism, Berwisata Sambil Beramal

By , Jumat, 9 November 2012 | 17:24 WIB
()

Kenalkah Anda dengan istilah voluntourism? Kata ini merupakan gabungan dari volunteer dan tourism. Praktiknya, sambil berwisata seseorang sekaligus melakukan kerja sukarela di suatu tempat. Di dunia, umumnya voluntourism lintas negara dijalankan oleh mahasiswa atau minimal setingkat sekolah menengah atas dan populer pada 90-an.

Di Indonesia, program voluntourism tentunya juga menjadi salah satu sasaran kegiatan wisatawan mancanegara. Kegiatan ini telah diselenggarakan di berbagai desa, bahkan di lepas pantai Bali untuk mengembalikan ekosistem laut tempat nelayan mencari ikan.

Hal inilah yang dibagikan oleh perwakilan dari Jawa Timur, Agus Sugiarto, salah satu peserta International Ecotourism Business Forum and Mart (IEBFM) 2012 di bawah rimbunnya tajuk hutan Tangkahan, Sumatera Utara, minggu lalu. Diskusi berlangsung seru antara buyers yaitu para pemain pariwisata yang datang dari Australia, Belanda, Filipina, Jepang, Kamboja, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand, dan para pihak yang disebut sellers, yang kali ini datang dari berbagai daerah di Bali, Jawa, Kalimantan, Lombok, NTB, Sulawesi, dan Sumatra.Salah satu tujuan IEBFM adalah menjual kegiatan yang berbasis ekowisata di Indonesia. Menurut Ary Suhandi dari Indonesia Ecotourism Network yang menghimpun para buyers dan sellers ini, “Para peserta dapat berbagi mengenai nilai-nilai dan ide ekowisata, serta belajar tak hanya secara teori, namun langsung di lapangan.”

Sugiarto menjelaskan, bahwa voluntourism dilaksanakan untuk para wisatawan yang ingin berbagi dengan masyarakat. Salah satu hal yang ia lakukan adalah menjalin kerjasama dengan Leeds Metropolitan University di Inggris.

Selain membahas soal voluntourism, beragam praktik ekowisata dari para peserta mancanegara juga dibagikan dalam IEBFM 2012. Hal ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat Tangkahan sebagai tuan rumah, yang mengelola kawasan wisata di sana. (Titania Febrianti/NGI).

Universitas ini memiliki program khusus untuk menyalurkan mahasiswa yang ingin melakukan voluntourism ke Indonesia. Selama ini voluntourism dilakukan di desa-desa di Jawa Timur, dan juga tak menutup kemungkinan di daerah Kalimantan atau wilayah Indonesia Timur. 

Tujuan voluntourism juga bisa disesuaikan dengan permintaan calon wisatawan. Untuk melaksanakan hal ini, Sugiarto juga menjalin kerjasama dengan beberapa desa wisata. “Salah satu hal yang cukup sulit dilakukan adalah menyamakan ekspektasi turis dan masyarakat yang akan dikunjungi,” ungkapnya.

Uniknya, sebelum datang ke Indonesia para mahasiswa melakukan penggalangan dana di tempat mereka menuntut ilmu. Jika program yang dilaksanakan adalah membangun fasilitas publik, dana itu akan digunakan untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan di Indonesia. Saat pelaksanaan, wisatawan ini selalu ditemani oleh penduduk lokal sebagai penyambung lidah.

Selain bidang konstruksi, voluntourism juga dilakukan dalam bidang pengajaran bahasa inggris untuk anak usia sekolah dasar, juga pemandu wisata setempat. Jadi selain melakukan wisata, si turis benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan sesuatu yang berguna kepada mereka dalam bentuk keterampilan dan sarana publik. Biasanya program ini ditutup dengan berwisata ke Taman nasional atau pegunungan di Jawa Timur.