Menebar Jejak di Puncak Benua

By , Rabu, 21 November 2012 | 20:46 WIB

Tanggal 20 November 2012 tepat pada pukul 09.00 waktu setempat, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Eka Citra Universitas Negeri Jakarta menapakkan kaki di Uhuru Peak (5.895 mdpl), puncak Gunung Kilimanjaro, Afrika. Mereka adalah Bregas Laksamana dan Fico Azhari (keduanya 23 tahun). Dalam perjalanan ini turut pula Fajar Hartono (16 tahun) yang berasal dari Palabs (Organisasi Pecinta Alam SMU Labschool). Pendakian menuju puncak dilakukan dari Camp Barafu (4.633 mdpl) pada pukul 01.00 waktu setempat.

Uhuru menjadi puncak ketiga yang berhasil didaki oleh KMPA Eka Citra UNJ dalam program Ekspedisi Seven Summits Indonesia Green Expedition (IGE), yang bertujuan menggugah kepedulian dunia terhadap kondisi alam dan lingkungan. Dalam rangka meraih tujuh puncak tertinggi di tujuh benua ini,  mereka telah mendaki Elbrus, Rusia (5.642 mdpl)  pada 17 Agustus 2011 serta Carstensz Pyramid, Papua (4.881 mdpl), pada 9 dan 10 September 2012. Di Papua, tim IGE berbagi pengetahuan mengenai lingkungan serta menanam pohon di sekitar SMAN 1 Mimika. Sementara di KBRI Nairobi, “Para pendaki memaparkan materi penghijauan, di antaranya dengan memutar video keanekaragaman hayati dari Kementrian Kehutanan RI,” jelas Rahman Mukhlis, Ketua Pelaksana IGE 2012. Program ini rencananya akan dilaksanakan selama lima tahun, mulai dari tahun 2011 hingga 2016.Sejak berhasilnya pendaki-pendaki Indonesia meraih tujuh puncak tertinggi bumi melalui empat pendaki dari kelompok pecinta alam Mahitala Unpar (Sofyan A. Fesa, Xaverius Frans, Broery A. Sihombing, dan Janatan Ginting) pada 2011 dan dua pendaki dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri (Nurhuda dan Iwan Wirawan) tahun ini, langkah pemuda Indonesia dalam menapaki puncak-puncak bersalju dunia tampaknya semakin panas. Pada 10 November lalu (pukul 10.58 waktu setempat), Alvin Reggy Perdana, anggota Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nasional (Himpala Unas), menjadi orang Indonesia pertama yang meraih puncak Ama Dablam (6.856 mdpl) yang terletak di Pegunungan Himalaya, Nepal. Kegiatan pendakian ini dimulai sejak 22 Oktober 2012. Selanjutanya, Srikandi Mahasiswa Pecinta Alam Wanala Universitas Airlangga juga akan berusaha menyambangi selimut putih  Aconcagua, Argentina, (6.959 mdpl) pada hari ibu, 22 Desember 2012. Kegiatan ini merupakan bagian dari mencapaian 7 puncak Wanala Unair. Sebelumnya Wanala pernah mendaki Carstensz (1994), Kilimanjaro (2009), dan Elbrus (2011). Mari kita tunggu kiprah pemuda-pemudi dari berbagai pelosok Indonesia yang kini mulai bersiap untuk menebarkan jejak kaki mereka di lapisan es puncak-puncak dunia.