Pelesir Kesehatan Negeri Ginseng

By , Senin, 26 November 2012 | 19:34 WIB
()

Invasi kebudayaan Korea Selatan terus melaju. Dunia telah dilanda demam Korea, mulai dari perangkat teknologi, musisi, serial televisi, kuliner hingga tren busana. Kini, negeri ginseng ini makin menancapkan kuku di panggung internasional melalui pariwisata. Hebatnya, mereka berhasil mensinergikan seluruh elemen tadi hingga menghasilkan efek yang luar biasa.

Korea yang terus menggeliat, menawarkan wisata kesehatan kepada publik Indonesia. Dari berbagai pola dan jenis pelesir, wisata medis merupakan salah satu yang paling diminati. Para pelancong Indonesia telah memilih wisata kesehatan di Korea Selatan dengan alasan memeriksa dan mengobati tubuh sembari berpelesir.

Dalam rangka mempromosikan wisata medis yang ada di Korsel, KTO (Korea Tourism Organization) bekerja sama dengan perkumpulan wisata medis Indonesia menghelat "K-Pop Korea Medical Tourism Experience", sebuah acara yang menghadirkan perwakilan rumah sakit-rumah sakit terkemuka Negeri Ginseng yang banyak menawarkan paket wisata medis.

Terdapat lima perwakilan rumah sakit Korsel yang ada selama acara berlangsung: Konyang University Hospital yang memperkenalkan teknologi operasi luka bakar dan penghilangan luka, Sun Medical Center yang memiliki fasilitas VIP untuk medcheck, El Dental Hospital yang mengkhususkan diri di bidang implan rahang dan pemutihan gigi, Woori Eye Center dengan multifocal lasik, serta  Kimbell Catholic Skin dengan produk bedah kecantikan.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di negeri ginseng. (Didi Kaspi Kasim/National Geographic Indionesia)

Sesuai dengan konsepnya -berobat dalam balutan perjalanan wisata- sinergi antara kegiatan medis dan pariwisata juga ditawarkan dalam acara ini. Berbagai paket wisata ditawarkan kepada peminat, berdasarkan lokasi pengobatan. Ada empat rute perjalanan (Daejeon, Gangwon-do, Chungbuk dan Chungnam) dalam Rest-Type Medical Tourism, melibatkan banyak titik wisata yang tersohor seperti Taman Nasional Chiak, Geumsan Forest Park dan lain sebagainya. "Bagi bangsa Korea, pendekatan medis seperti operasi kecantikan dan sejenisnya sudah bukan hal yang tabu lagi. Contoh kecilnya, orang tua di Korea biasa memberikan hadiah ulang tahun bagi putri mereka berupa paket operasi kecantikan," papar Raymond Song, Direktur dari El Dental Hospital. Faktanya juga, banyak musisi tersohor asal Korsel yang melakukan operasi kecantikan, demi memberikan performa terbaik.

Berbicara operasi kecantikan, biayanya pun bervariasi. Untuk operasi rahang contohnya, diperlukan biaya sekitar US$15 ribu. Sedangkan untuk perbaikan tulang pipi, biayanya juga tidak sedikit: US$7.000. Pemutihan gigi dibandrol hampir US$1.000.

Pada hari terakhir pelaksanaan acara ini, KTO juga menghadiahi para pengunjung yang melakukan konsultasi dengan para perwakilan. Para pemenang bisa mengunjungi Korsel dan mengantongi hadiah-hadiah menggiurkan; Produk bedah kecantikan senilai Rp180 juta, lasik seharga Rp90 juta, Pemutihan gigi senilai Rp50 juta, dan paket perawatan VIP senilai Rp50 juta. Paket wisata medis yang ditawarkan oleh KTO ini diharapkan bisa membuka gerbang pariwisata yang lebih besar, dan mendatangkan para pelancong dari banyak negara. Lagipula, siapa yang tidak ingin terlihat secantik para bintang Korea pujaan di layar kaca?