Rekayasa Genetik Buat Pohon Bakau Muda Selamanya

By , Selasa, 8 Januari 2013 | 14:56 WIB
()

Masa hidup pohon tembakau sangat singkat. Mereka berkembang selama tiga sampai empat bulan, lalu berbunga dan mati. Ukuran mereka juga terbatas, biasanya hanya tumbuh hingga ketinggian satu setengah hingga dua meter saja.

Tapi kini peneliti dari Fraunhofer Institute for Molecular Biology and Applied Ecology IME di Munster, Jerman, telah menemukan gen pengontrol usia tanaman tersebut. Artinya, pohon bakau itu bisa dibuat tetap muda selamanya.

Para peneliti tersebut menemukan bahwa perubahan genetik bisa mencegah tumbuhan itu berubah dari berkembang dan berbunga. Perubahan genetik ini juga mencegah perubahan yang terjadi pada pohon menjadi tua dan mati, serta menekan faktor yang menghentikan pertumbuhan.

“Pohon tembakau pertama kita kini sudah berusia sekitar delapan tahun tapi masih tetap terus tumbuh,” kata Dirk Prufer, Head of the Department of Functional and Applied Genomics, IME.

“Meski kami memangkasnya secara reguler, pohon itu kini sudah mencapai ketinggian enam setengah meter. Jika rumah kaca kami lebih tinggi, kami mungkin bisa membiarkannya tumbuh lebih besar. Batangnya sendiri sudah memiliki diameter sepuluh sentimeter,” ucapnya.

Saat daun pohon tembakau normal yang tumbuh dari bawah batang segera menguning dan berguguran, pohon yang dimiliki oleh IME memiliki daun yang tetap hijau dan sehat. Faktor inilah yang membuat para peneliti menyebut spesies pohon tersebut sebagai forever young.

Tetapi, apa sebenarnya yang dilakukan peneliti hingga membuat pohon itu awet muda dan tumbuh tak terbatas?

“Kami memodifikasi perilaku gen tertentu, dengan kata lain, informasi yang terkandung di dalamnya, sehingga proses berbunga pohon ini menjadi tertunda,” kata Prufer. Kami kemudian memasukkan kembali gen yang sudah dimodifikasi ke tumbuhan itu dengan bantuan bakteri. Tugas bakteri ini bagaikan kendaraan antar bagi gen yang sudah dimodifikasi tersebut,” ucapnya.

Secara teoritis, prinsip di atas bisa ditransfer dan bisa digunakan pada tanaman lain. Saat ini, peneliti tengah membantu perusahaan kimia asal Jepang untuk mengupayakan hal serupa diterapkan pada pohon kentang. Mereka akan menggunakan pengetahuan ini untuk untuk mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan biomassa dalam jumlah yang jauh lebih besar. Dalam kasus kentang, artinya mendapatkan buah yang lebih banyak.

Hutan mangrove berkontribusi pada sistem dengan memerangkap sedimen yang berguna bagi terumbu karang, menyaring polusi, dan bertindak sebagai tempat pembibitan ikan dan invertebrata karang. Lengkung-lengkung akar mangrove di karang Mesoamerika di NGI Oktober 2012. (Brian Skerry)

“Jika kita ingin memastikan pasokan makanan berbasis tumbuhan tetap aman, hasil panen per hektar harus dilipatgandakan pada tahun 2050,” kata Prufer. “Teknologi ini mendekatkan kita ke target tersebut,” ucapnya.

Di masa datang, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut dan dapat mematikan fungsi pembatas pertumbuhan tanaman menggunakan mutagenesis kimiawi, artinya, menggunakan teknik pengembangan tanaman biasa. Proses ini melibatkan zat kimia yang akan melakukan perubahan pada DNA bibit tanaman.

Kelebihan dari metode ini adalah tanaman yang ditumbuh kembangkan tidak akan perlu lagi dimodifikasi secara genetik, cukup ditanam dan dirawat seperti biasa.

“Namun demikian, jika ingin dapat melakukan itu, kita harus memahami lebih baik seputar gen deregulasi,” kata Prufer menargetkan akan dapat mulai melakukan eksperimen penanaman pada tahun depan. Setelah itu, pohon biasa diharapkan bisa tumbuh menjadi lebih besar dari biasanya.