7 Kecelakaan Balon Udara Sepanjang Sejarah (I)

By , Rabu, 27 Februari 2013 | 17:15 WIB

Kecelakaan balon udara kembali terjadi, kali ini balon udara panas meledak dan jatuh di dekat kota Luxor, Mesir pada Selasa (26/2). Dalam insiden dilaporkan 19 orang penumpang tewas. Penyebab kecelakaan diyakini karena selang gas yang robek. Seperti halnya di banyak negara, di Mesir balon udara menjadi wahana populer untuk melihat-lihat pemandangan sekitar.

Kecelakaan tragis balon udara memang kerap kali terjadi sepanjang sejarah, penyebabnya pun bermacam-macam mulai dari karena fenomena alam seperti petir, hingga kelalaian si pengemudi.

Pada tahun 1783 perintis balloonist, Jean-Francois Pilatre de Rozier, dan seorang pilot Pierre Romain meninggal dunia dalam insiden terbakarnya balon udara saat mencoba menyebrangi Selat Inggris. Diduga percikan api nyasar menyambar balon udara yang kemudian terbakar dan jatuh. Mereka merupakan orang pertama yang tewas akibat kecelakaan balon udara.

Insiden balon udara kembali terjadi lagi tahun 1923, kali ini lima orang ballonist tewas saat sedang berpartisipasi dalam kejuaraan Gordon Bennett Cup. Kala itu petir tiba-tiba menyambar balon udara yang mereka tumpangi.

Setahun kemudian, tahun 1924 petir kembali membawa petaka bagi ahli meteorologi, C.LeRoy Meisinger, dan perwira AS, James T.Neely. Memang saat berangkat dari Lapangan Scott di  Illinois kondisi cuaca buruk. Namun, mereka tetap melakukan perjalanan dengan balon untuk meneliti tekanan udara.

(Klik di sini untuk empat insiden balon udara lainnya)