Diujikan, Materi Bahasa Asing Berbasis Lingkungan

By , Rabu, 5 Juni 2013 | 14:49 WIB
()

Bahasa Inggris, bahasa ketiga yang paling sering digunakan orang di dunia, tengah diujicobakan berupa program pengajaran tematik-integratif berbasis lingkungan di Jakarta. Melalui kelas bahasa Inggris, para siswa berkesempatan untuk menghubungkannya dengan masalah lingkungan hidup.

Dalam pernyataan persnya, disebutkan lebih dari 1.000 guru bahasa Inggris se-Jabodetabek akan dilatih dengan menggunakan materi ini. Ujicoba dilakukan menyambut Hari Lingkungan Hidup Dunia yang jatuh tiap tanggal 5 Juni. Pengujian ini sendiri dilakukan sehari sebelumnya, Selasa (4/6) di di Kelompok Tani Lingkungan Hidup Sangga Buana, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ini merupakan wujud kerja sama antara Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, British Council, dan HSBC.

"Pengembangan materi berbasis perubahan iklim untuk guru dan para siswa agar mereka mengetahui, memahami, dan mengatasi tantangan masa depan dalam konteks alam nyata," kata Direktur PPPTK Bahasa Kemendikbud Teriska R Setiawan.

Perwakilan British Council, HSBC, dan guru-guru Sekolah Dasar mendengarkan penjelasan Babeh Idin, penggiat lingkungan hidup dan pemilik Sangga Buana. (Dok.British Council)

Mark Crossey selaku Direktur Program British Council menyatakan pentingnya peran kaum muda untuk melindungi Bumi di masa depan.

"Mereka yang akan bertanggung jawab dalam menjaga wilayah kepulauan Indonesia yang indah dan menakjubkan ini," ujar Crossey.

Menurut Amanda Murphy, Senior Executive, Head of Commercial Banking HSBC Indonesia, pihaknya mulai melaksanakan program pengajaran bahasa Inggris sejak sepuluh tahun lalu. Lama kelamaan, program tersebut berkembang dengan fokus lebih luas di bahasa Inggris dan pendidikan lingkungan.

"Untuk mengatasi masalah lingkungan secara berkesinambungan dan jangka panjang, seseorang harus memulainya dari ruang kelas dengan mengajarkannya sedini mungkin," kata Murphy.