Lumba-lumba, Spesies dengan Ingatan Terbaik di Kerajaan Hewan

By , Rabu, 14 Agustus 2013 | 12:00 WIB
()

Maaf gajah, lumba-lumba telah mengambil posisi pertama sebagai penyimpan ingatan terbaik, setidaknya untuk saat ini.

Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa lumba-lumba hidung botol bisa mengingat siulan lumba-lumba lain yang sempat tinggal bersamanya meski telah terpisah selama 20 tahun. Setiap lumba-lumba memiliki siulan unik yang berfungsi seperti nama, dan memungkinkan mamalia laut itu menjaga ikatan sosial mereka.

Riset terbaru tersebut menunjukkan bahwa lumba-lumba memiliki ingatan terpanjang di antara spesies lain, selain manusia. Sebelumnya, gajah dan simpanse diperkirakan memiliki kemampuan tersebut, namun mereka belum diuji coba, sebut Jason Bruck, pengamat perilaku hewan dari University of Chicago.

Bruck sendiri mendapatkan ide untuk mempelajari ingatan hewan saat anjing saudaranya yang biasanya mewaspadai pria asing mengingat dan menyapanya setelah empat tahun tidak bertemu. "Itu membuatku berpikir, berapa lama hewan bisa mengingat satu sama lain?," sebut Bruck.Aku mengingatmuBruck mempelajari lumba-lumba karena ikatan sosial mereka sangatlah penting dan karena ada banyak catatan yang lengkap terkait lumba-lumba yang ditangkap (tidak seperti lumba-lumba liar).

Untuk itu, ia mengumpulkan data dari 43 lumba-lumba hidung botol di enam fasilitas di Amerika Serikat dan Bermuda, anggota konsorsium penangkaran yang sudah saling bertukar lumba-lumba selama beberapa dekade dan menyimpan catatan dari setiap partner sosial hewan tersebut.

Awalnya, Bruck memainkan rekaman banyak siulan tak dikenal pada lumba-lumba yang diamati sampai hewan tersebut bosan dan berhenti menyimak speaker bawah air yang mengeluarkan suara. Di titik ini, Bruck kemudian memutar suara siulan kawan lama sang lumba-lumba yang sedang mendengar tersebut.

Saat lumba-lumba mendengar siulan yang dikenali tersebut, mereka kemudian gembira dan mendekati speaker, bahkan sering kali mereka mengeluarkan siulan nama mereka sendiri dan menanti tanggapan.

Intinya, menurut studi yang dipubikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B, lumba-lumba lebih merespons hewan yang mereka kenal berdekade-dekade lalu dibandingkan dengan hewan yang belum dikenal - ini mengindikasikan bahwa mereka mengenali teman-teman lama mereka.

(thinkstockphoto)

Lumba-lumba bermuka tebalBekerja dengan hewan secerdas lumba-lumba merupakan tantangan, sebut Bruck. Hewan ini suka berpartisipasi dalam eksperimen, saking senangnya, mereka sering menunggu di dekat speaker, dan memblokir suara.

Lumba-lumba lainnya mulai berlaku "bersiul langsung padaku bagaikan saya bisa memahami mereka," ucapnya.

Selain itu, sekelompok lumba-lumba muda bermuka tebal berenang mendekati Bruck dan mulai menyiulkan nama-nama pejantan dominan di kelompok mereka berdasarkan peringkatnya, ini kemungkinan menandakan nama-nama yang ingin mereka dengar, kata Bruck.Memori berkaitan dengan kecerdasan?Mengapa lumba-lumba - yang secara rata-rata bisa hidup hingga 20 tahun di alam bebas - membutuhkan ingatan jangka panjang masih belum dapat diketahui. Tetapi itu kemungkinan ada hubungannya dengan menjaga hubungan, karena sejalan dengan waktu, kelompok lumba-lumba memisahkan diri dan membangun kelompok baru.

Sistem sosial yang disebut dengan "fission-fusion" ini juga diketahui terjadi di kalangan gajah dan simpanse, dua spesies hewan sosial lainnya yang cerdas. Kebetulan? Bruck menduga tidak. "Tampaknya, kognisi kompleks datang dari tempat di mana Anda mengingat siapa teman-teman Anda," ucapnya.