Kemayoran Dulu Bersaing dengan Bandara Schiphol

By , Kamis, 12 September 2013 | 16:37 WIB
()

Pemerintah Hindia Belanda sudah lama menyadari betapa luasnya Nusantara. Satu-satunya alat transportasi yang cocok dan cepat untuk menghubungkan kota-kota antarkepulauan tersebut adalah dengan menggunakan pesawat terbang.

Terinspirasi dari keberhasilan Koninklijke Luchtvaart Maatschappij N.V. (KLM Royal Dutch Airlines) menghubungkan Amsterdam - Batavia, dan harga tiket yang lebih murah, membuat 32 perusahaan asal Hindia Belanda membentuk sebuah maskapai penerbangan pada 16 Juli 1928.

Nama asli maskapai yang dibantu pemerintah Hindia Belanda dengan dana lima juta gulden ini adalah Nederlansch Indische Luchtvaart Maatscappij (NILM). Tapi, karena dapat dianggap rancu dengan nama sebuah perusahaan asuransi, maka diberikan gelar kehormatan oleh Ratu Belanda: Koninklijke (kerajaan).

Jadilah namanya berubah menjadi Koninklijke-Nederlansch Indische Luchtvaart Maatscappij (KNILM) yang diresmikan pada 15 Oktober 1928. Pada 1 November tahun yang sama, mereka melakukan penerbangan perdana ke Bandung dan ke Surabaya.

Senja di Kemayoran. (Rudolf Maurits/Fotokita.net)

Khusus rute ke Surabaya, penerbangan berakhir di Simongan, Semarang, sebelum dilanjutkan dengan kereta api ke Surabaya. Baru setahun kemudian, KNILM melakukan layanan penerbangan langsung ke Surabaya dengan ongkos tiket 90 gulden, jauh lebih murah dari tiket yang dilayani penerbangan militer.

KNILM terus berekspansi. Rute ke Palembang dibuka setahun kemudian, menyusul Singapura lewat Palembang. Diikuti rute ke Medan, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan, Makassar. Malah terus membesar dengan rute ke Darwin dan Sydney.

Selain itu, KNILM memiliki dan mengelola langsung sebuah lapangan terbang baru sebagai pengganti hub (pusat) di Cililitan, yaitu Kemayoran. Ia resmi beroperasi pada 8 Juli 1940.

Dengan memiliki hanggar perawatan pesawat, landasan beraspal, terminal, dan tower, Kemayoran menjelma menjadi sebuah lapangan terbang komersil nan modern. Tidak kalah dengan Bandar Udara Schipol di Amsterdam.