Sabun All-in-One dari Klerak

By , Minggu, 10 November 2013 | 11:28 WIB

Air merupakan salah satu elemen penting yang dibutuhkan dalam kehidupan di Bumi. Pencemaran air akibat penggunaan bahan (residu) kimia beracun salah satunya dari deterjen, dapat merusak keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.

Siswa-siswi SMPK Santo Stanislaus, Surabaya, bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup setempat memiliki proyek untuk menjaga serta mempelajari tanaman klerak sebagai pembersih dan biopeptisida. Klerak bisa dijadikan produk deterjen alami, yang bernilai ekonomi pula.

Menurut Lili Andajani, pengajar biologi di SMPK Santo Stanislaus, proyek ini sudah dijalankan di sekolah sejak 2012. Kini di samping menanam biji klerak, mereka juga sudah punya toko untuk menjual produk yang dihasilkan. Pun sudah pernah ada siswa yang mengunjungi tempat mereka guna studi banding dari luar daerah, seperti dari Korea.

"Manfaat klerak banyak sekali. Tanamannya pun dapat dijadikan sebagai tanaman peneduh yang berfungsi menyaring udara kotor dan mengurangi polusi udara," terangnya kepada National Geographic Indonesia, hari Kamis (7/11).

Menariknya, awal para siswa memulai proyek ini adalah berawal dari pelajaran di dalam kelas, yaitu pelajaran seputar kimia dalam kehidupan. Akhirnya tercetus ide memanfaatkan klerak, buat bahan pembersih alami untuk menggantikan deterjen yang tidak ramah lingkungan.

Apalagi klerak (Sapindus rarak) sudah semakin berkurang keberadaannya. Setelah diteliti dan melalui tes laboratorium, pemakaian sabun klerak selain sebagai deterjen pakaian, juga dapat menjadi sabun untuk mencuci tangan, cuci piring, losion antinyamuk, pembersih kaca, hingga obat menghilangkan jerawat (komedo).

Berikutnya, Lili berujar, "Kami akan membuat tempat pembibitan sendiri. Kalau bisa juga kampanye lebih banyak ke sekolah-sekolah ataupun lembaga lain, supaya lebih banyak menularkan."