Ancaman Banjir Jakarta Bakal Bertambah Akibat Aktivitas OMJ

By , Senin, 13 Januari 2014 | 20:23 WIB

Prakiraan terbaru berdasarkan citra MTSAT oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menunjukkan bahwa aktivitas Osilasi Madden Julian (OMJ) akan memasuki fase aktif peningkatan konveksi. Hal itu bisa meningkatkan potensi hujan lebat dan banjir di Jakarta dan daerah lain."Ini prakiraan berdasarkan data dalam beberapa hari terakhir. Dalam satu-dua minggu ke depan, Osilasi Madden Julian bisa aktif dalam fase peningkatan konveksi sehingga meningkatkan pembentukan awan," kata Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Sains Atmosfer, Lapan.Osilasi Madden Julian adalah sebuah siklus pembentukan awan yang memiliki periode 30 - 45 hari yang selalu melintasi wilayah Indonesia dan memengaruhi cuaca. Osilasi tersebut bisa aktif dalam dua fase, yaitu peningkatan konveksi dan penekanan konveksi. Dalam fase peningkatan konveksi, Osilasi Madden Julian akan memicu pembentukan awan sehingga meningkatkan peluang hujan. Sebaliknya, dalam fase penekanan, pembentukan awan cenderung terhambat sehingga curah hujan berkurang."Sebelumnya, Osilasi Madden Julian ini ada pada fase penekanan konveksi sehingga kita lihat curah hujan kurang. Tetapi, ternyata fase penekanan konveksi itu hanya berlangsung singkat dan malah akan memasuki fase peningkatan konveksi," jelas Thomas.Osilasi Madden Julian sebenarnya hanya akan memengaruhi pembentukan awan dan curah hujan. Namun, dengan kondisi saluran air, tata kota, serta kawasan yang buruk, aktifnya osilasi pada fase peningkatan konveksi ini bisa meningkatkan atau memperparah banjir yang sudah ada."Seperti di Jakarta, kalau hujan yang sebenarnya tidak begitu lebat saja bisa menyebabkan banjir, apalagi dengan adanya faktor osilasi ini. Maka, secara logika, risiko banjir juga akan lebih besar. Kondisi bisa lebih parah," tutur Thomas saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/1).Thomas mengungkapkan, aktivitas Osilasi Madden Julian merupakan salah satu faktor utama penentu curah hujan di wilayah Indonesia. Faktor utama lain adalah angin monsun Asia, di mana udara dingin dari Asia bertemu dengan udara hangat dari Australia dan memicu pembentukan awan.Prakiraan yang dibuat Lapan terkait curah hujan berdasarkan Osilasi Madden Julian ini berlaku secara nasional untuk wilayah Indonesia. Pada akhirnya, cuaca di masing-masing daerah akan sangat dipengaruhi oleh faktor lokal yang sangat bervariasi.Hingga hari ini, hujan telah mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta, seperti Kampung Pulo. Di daerah lain, hujan mengakibatkan jebolnya tanggul Kali Laya, Cimanggis, Depok. Banjir akibat hujan dua hari terakhir mungkin bakal segera selesai, tetapi masih ada ancaman baru bagi Jakarta.