Bagaimana Gelombang Tsunami Bisa Mencapai Jarak Begitu Jauh?

By , Rabu, 2 April 2014 | 17:21 WIB

Jarak pusat gempa Cili hari ini dengan Jayapura mencapai lebih dari 16.000 kilometer. Pakar kegempaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko, mengungkapkan bahwa jauhnya jangkauan gelombang tsunami terkait dengan sifat gelombang tsunami itu sendiri.

"Gelombang tsunami itu panjang," katanya. Dengan panjang gelombang yang besar, gelombang tsunami irit energi sehingga bisa merambat hingga jarak yang begitu jauh.

Dalam sejarah, terdapat beberapa gempa yang memicu tsunami dalam rentang wilayah yang luas, di antaranya gempa Cili pada tahun 1960, gempa Aceh pada tahun 2004, serta gempa Jepang pada tahun 2011.

"Gempa Cili tahun 1960, tsunaminya bisa mencapai Jepang. Ini trans-oceanic," kata Widjo. Tsunami mencapai Jepang 22 jam setelah kejadian gempa. Warga Jepang tak tahu apa sebab tsunami.

Tsunami seperti yang terjadi di Jepang saat itu sering disebut "orphan tsunami". Artinya, tsunami terjadi, tetapi gempa yang memicunya tak diketahui atau tak dirasakan langsung oleh warga yang terdampak.

Gempa Aceh tahun 2004 sendiri memicu tsunami hingga wilayah India dan Afrika yang berjarak ribuan kilometer. Tsunami Jepang gelombangnya mencapai Filipina, perairan Sulawesi, dan Papua.

Gempa di Cili hari ini mengingatkan bahwa gempa laut dangkal bisa memicu kejadian tsunami hingga jarak yang jauh. Tsunami di Indonesia tak cuma bisa dipicu oleh gempa di negerinya sendiri, tetapi juga wilayah lain seperti Jepang dan Filipina yang juga rawan gempa.