Tak Kunjung Ditemukan, Keluarga Penumpang MH370 Bentuk Perkumpulan

By , Rabu, 9 April 2014 | 11:35 WIB

Puluhan keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 di Malaysia membentuk persatuan guna menyuarakan tuntutan mereka agar pencarian pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 terus dilanjutkan. 

Salah satu pemrakasa persatuan adalah Lokman Mustafa yang adiknya, Suhaili Musfafa, berada dalam pesawat naas dengan rute penerbangan dari ibukota Malaysia, Kuala Lumpur ke Beijing, ibu kota Tiongkok. 

"Sekarang kita mendirikan persatuan keluarga Malaysia sendiri tetapi juga mengundang keluarga-keluarga dari negara-negara lain. Ada sekitar 70 keluarga yang tergabung," kata Lokman Mustafa. 

Sejak peristiwa yang masih menjadi misteri setelah satu bulan ini, para anggota keluarga telah berkumpul tiga kali, tetapi baru tadi malam (8/4) mereka bertemu untuk kali pertamanya sebagai perkumpulan. 

Pertemuan itu diadakan tepat satu bulan sejak pesawat MH370 lepas landas dari Kuala Lumpur dan sekitar satu jam kemudian hilang dari radar. 

"Kita mau perjuangan kita diteruskan. Kalau satu bulan baterai (di alat ULB atau pinger) sudah habis, kita teruskan satu bulan lagi, enam bulan lagi, satu tahun lagi. Kalau tidak ada persatuan, kita bergerak sendiri-sendiri," tegasnya. 

Perkumpulan keluarga penumpang MH370 juga telah dibentuk di Tiongkok. Sebanyak 153 dari 239 orang yang berada di pesawat itu adalah warga negara Tiongkok. 

Beberapa keluarga penumpang warga negara Indonesia mengaku belum memikirkan untuk membentuk perkumpulan meskipun mereka saling menjalin kontak.Menurut Lokman Mustafa, keluarga penumpang asal Indonesia juga diajak untuk bergabung. Terdapat tujuh warga negara Indonesia di dalam pesawat MH370, termasuk Indra Suria Tanurisan. 

"Kita mau mengingatkan kepada pihak-pihak yang terlibat bahwa tugas mereka belum selesai," kata Lokman yang berprofesi sebagai penulis ini. Selain memberikan tekanan untuk terus melakukan pencarian pesawat MH370, persatuan keluarga juga penting untuk alasan-alasan praktis. 

"Dari segi pengacara, pengacara pun lebih suka bertemu secara individu. Ada pengacara yang datang ke rumah. Saya rasa pengacara perlu bicara melalui persatuan. Kalau pengacara datang ke rumah susah. Emak saya tak paham bahasa Inggris," tutur Lokman Mustafa kepada BBC Indonesia

Selamat Omar menganggap penting adanya suara tegas dari wadah yang lebih besar. Di samping memberikan tekanan kepada pihak berwenang untuk terus melakukan pencarian pesawat maskapai penerbangan nasional Malaysia Airlines yang hilang, perkumpulan menyediakan ruang bagi para keluarga untuk berbagi rasa dan saling memberikan dukungan. 

Baik Lokman Mustafa maupun Selamat Omar menegaskan pada tahap sekarang mereka belum memikirkan langkah lanjutkan yang mungkin akan ditempuh, tetapi memusatkan perhatian pada pencarian pesawat sampai ditemukan. 

Selamat Omar dan para keluarga lainnya menganggap anggota keluarga mereka masih hidup selama belum ditemukan bukti nyata yang menunjukkan sebaliknya.