Cari MH370, Insinyur Belanda Petakan Wilayah Bawah Laut

By , Jumat, 20 Juni 2014 | 11:05 WIB

Sejumlah insinyur Belanda minggu ini mulai melakukan survei selama sebulan untuk memetakan wilayah bawah laut yang belum dipetakan di Samudera Hindia. Hal itu merupakan langkah lanjutan dalam pencarian puing pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hingga kini belum ditemukan.

Sebuah kapal survei dari perusahaan rekayasa Belanda Fugro, yang membawa 40 awak dan teknisi, mulai memetakan sebuah wilayah yang lebih besar dari Belanda, sekitar 1.600 kilometer di sebelah timur dari pantai barat daya Australia.

Pencarian pesawat yang hilang itu dikoordinasi oleh Dewan Keselamatan Transportasi Australia dan selama tahun pertama ini biaya pencarian diperkirakan mencapai 60 juta dollar Australia.

"Ini merupakan sebuah daerah yang sulit," kata Rob Luijnenburg, direktur strategi di Fugro, yang biasanya melakukan survei bagi perusahaan minyak dan telekomunikasi. "Daerah ini memiliki sejumlah gunung, pegunungan, lembah, dan Anda tidak dapat melihat banyak di bawah sana kecuali Anda membuatnya terlihat lewat teknologi," katanya. "Pada tahap pertama anda butuh peta yang baik. Begitu Anda memiliki peta itu, Anda dapat merencanakan tahap berikutnya."

Butuh waktu sekitar tiga bulan bagi kapal survei Fugro Equator, yang dibantu sebuah kapal angkatan laut Tiongkok, untuk memetakan topografi dasar laut itu.

Setelah sebuah peta yang akurat telah dibuat dengan bantuan sejumlah komputer yang berada di atas kapal, para pencari dapat mulai sesuatu yang lebih rinci dengan menggunakan robot-robot tak berawak dan kapal selam untuk menyisir dasar laut.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, yang membawa 239 awak dan penumpang, sebagian besar warga Tiongkok, hilang dari layar radar pada tanggal 8 Maret lalu tak lama setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Para penyidik mengatakan mereka bekerja dengan bukti yang sangat sedikit, termasuk hilangnya komunikasi, yang menunjukkan Boeing 777 itu memang dengan sengaja dialihkan ribuan kilometer dari rutenya yang sebenarnya.

Daerah yang dipetakan itu sebagian besar belum terpetakan, kata Luijnenburg, karena keterpencilan dan kedalamannya yang mencapai 6.000 meter membuatnya berada di luar jangkauan industri minyak, yang sampai sekarang masih berjuang untuk mencapai kedalaman 3.000 meter.

Dengan sejarah maritim yang panjang dan keahlian pelayaran, sejumlah perusahaan Belanda merupakan pemimpin dalam operasi lapangan yang kompleks, pencarian bawah laut skala besar dan operasi penyelamatan.

Bangkai kapal yang berhasil diangkat oleh sejumlah perusahaan Belanda antara lain bangkai kapal selam nuklir Kursk milik Rusia, yang tenggelam di kedalaman Laut Barents pada tahun 2000. Baru-baru ini, perusahaan-perusahaan Belanda dikontrak untuk membantu mengangkat kapal pesiar Costa Concordia, yang tenggelam di lepas pantai Italia tahun 2012.