Sebanyak 33 pentas kesenian melibatkan ratusan seniman memeriahkan Festival Lima Gunung XIII yang digelar selama dua hari, Sabtu (23/8) hingga Minggu (24/8), di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Selain dari Kota dan Kabupaten Magelang, mereka yang tampil juga berdatangan dari daerah lain, seperti Malang, Kediri, Kendal, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta.Festival Lima Gunung (FLG) adalah acara tahunan yang diselenggarakan seniman dalam Komunitas Lima Gunung (KLG). Lima gunung dipakai sebagai nama kelompok untuk menggambarkan tempat mereka tinggal di lereng Sumbing, Menoreh, Merbabu, Merapi, dan Andong.Ketua KLG Supadi Haryanto mengatakan, FLG pada prinsipnya terbuka kepada siapa dan kelompok kesenian mana pun yang ingin bergabung. ”Kami menerima siapa saja yang ingin bergabung asalkan menerima konsekuensi tidak menerima honor dan siap menanggung biaya akomodasi sendiri,” ujarnya, Sabtu.Dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Joko Aswoyo, mengatakan, mahasiswa dan alumni ISI juga ikut terlibat memainkan pentas bertajuk ”Harajukunan Trethek Truntung” berkolaborasi dengan seniman asal Dusun Warangan, Handoko.Sutanto Mendut, budayawan sekaligus Presiden KLG, mengatakan, hubungan pertemanan yang sangat dekat, antarseniman, wartawan, dan tokoh lain membuat FLG mampu bertahan, berlangsung hingga tahun ketigabelas.