Memproyeksikan Implan <i>Microchip</I>

By , Kamis, 4 September 2014 | 17:44 WIB

Di masa yang akan datang, kita mungkin bisa menginjeksi cip mikro ke dalam tubuh. Satu suntikan di bawah kulit, tanpa ada orang yang menyadarinya.

Microchip yang mengirimkan sinyal identifikasi jangka pendek frekuensi radio (RFID) ini berfungsi macam-macam. Secara umum sebagai pemantau metabolisme seorang individu. Atau, transmisi data identitas diri ketika melewati pos pemeriksaan keamanan di mana pun.

Dalam skenario terburuk—jika Anda mengalami penyekapan di negara yang asing, cip yang ditanam dalam tubuh juga dapat digunakan untuk pelacakan—efektivitas cip tersebut bisa menyelamatkan Anda.

Para ahli hingga kini masih memperdebatkan seputar implan cip. 

Pendapat terbelah atas pakar-pakar yang mendukung dengan menyatakan ini sah saja untuk manusia—bahkan sangat berguna. Bagi serdadu dalam situasi perang atau jurnalis yang tengah bertugas di wilayah konflik, implan microchip bisa jadi persoalan hidup-atau-mati. Alat pelacak juga berperan membantu penegak hukum cepat menemukan seorang anak yang diculik.

Meski demikian, perdebatan masih berlangsung. Problemanya, implan cip mikro sebagai tracker merupakan cara seperti yang dilakukan pemilik hewan peliharaan untuk melacak anjing dan kucingnya.

Dewasa ini cip memang telah dipakai untuk membantu pengaturan peternakan. Petani dapat melacak domba, babi, kudanya saat mereka keluar, langsung memastikan berat badan dan memastikan mereka makan dengan cukup.

Apakah pada dekade berikutnya, manusia bakal seperti itu pula?