Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Manusia Indonesia

By , Senin, 15 September 2014 | 15:28 WIB

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs, Nila Moeloek mengatakan bahwa selama periode kerja 2010 hingga 2014 Kantor Urusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs tidak hanya melakukan fungsi koordinasi untuk memperkuat dan menopang upaya kementerian dan pemerintah daerah. Namun juga menjadi katalisator pemangku kepentingan dan aktif dalam merancang sejumlah program pendukung MDGs.Berdasarkan kesepakatan para pemimpin dunia, disepakati delapan Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs). Periode program antara 2000 hingga 2015, sebagai indikator penentu keberhasilan pembangunan bangsa dengan melihat peringkat Human Development Index.Pada Senin (15/9), KUKPRI MDGs secara resmi menyampaikan laporan pertanggungjawaban upaya pencapaian MDGs. Laporan akan disampaikan di hadapan Wakil Presiden Boediono serta pihak terkait lainnya. Pertanggungjawaban dikemas dalam sebuah public expose yang digelar di Museum Nasional, Jakarta.KUKPRI MDGs berharap waktu tenggat yang hanya tersisa satu tahun ini justru semakin semangat dalam proses pencapaian. Kerja keras, inovasi dan terobosan kreatif terus dilakukan oleh semua pihak demi peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia.Bersamaan dengan laporan pertanggungjawaban, diluncurkan pula buku Pencerah Nusantara Kisah 7 Penjuru, dan pelepasan tim Pencerah Nusantara angkatan ketiga.Diah Saminarsih, asisten utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs, mengatakan, "Public expose diselenggarakan tidak hanya sebagai kegiatan memberi laporan kepada publik, namun juga bentuk apresiasi KUKPRI MDGs kepada mitra, pemangku kepentingan lintas sektor maupun pihak lain." Harapannya semua pihak berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia.