Uji Coba Vaksin Ebola Diharapkan Selesai Akhir Tahun Ini

By , Senin, 20 Oktober 2014 | 18:44 WIB

Ebola telah menewaskan lebih dari 4000 orang dan menyerang lebih dari 8000 sejak wabah ini muncul pada Desember 2013. Virus ebola menyebar dengan cepat di Afrika Barat, juga dikhawatirkan mewabah di banyak negara lain.

Belum pernah terjadi sebelumya, wabah ebola menjangkit banyak manusia dengan cepat seperti saat ini. Sayangnya, hingga kini belum ada vaksin yang dinyatakan mampu menangkal virus ebola.

Profesor Peter Piot yang telah mengidentifikasi virus Ebola di Zaire pada tahun 1976 menilai ebola tak hanya sebagai wabah, melainkan krisis kemanusiaan karena belum ditemukan vaksinnya. Vaksin ebola tidak menjadi perhatian banyak peneliti sebelumnya karena virus ini terbilang langka. Tak ada yang menyangka jika virus ini bisa menyebar dengan cepat di Afrika Barat.

Vaksin ebola akhirnya saat ini terus dikembangkan oleh para peneliti. Vaksin tengah diuji coba di Amerika Serikat dan Inggris.

Dr. Ripley Ballou yang menjadi ketua penelitian vaksin Ebola mengatakan, percobaan vaksin hingga dapat dibuktikan mampu menangkal ebola belum siap hingga akhir tahun 2015. Namun, Piot optimistis hasil uji coba vaksin tahap satu bisa selesai pada Natal atau bulan Desember.

Menurut Direktur London School of Hygiene dan Tropical Medicine ini, secara teori penyebaran ebola sebenarnya bisa dikontrol. Adanya vaksin ebola pun menjadi suatu kebutuhan yang mendesak.

"Ini bukan lagi sebuah wabah, tetapi krisis kemanusiaan. Mungkin kita harus menunggu ada vaksin untuk menghentikan wabah ebola. Mudah-mudahan kita akan memiliki obat-obatan dan vaksin untuk menawarkannya di Afrika," kata Piot.

Jika berhasil melewati uji klinis, maka akan dilakukan program imunisasi besar-besaran terhadap penduduk di sejumlah negara. Vaksin nantinya akan lebih dulu digunakan untuk mereka yang paling berisiko terinfeksi ebola, yaitu petugas kesehatan.

Namun, Piot mengatakan meski sudah ada vaksin tantangan virus ebola belum berakhir hingga penderita ebola meninggal dunia atau sembuh total tanpa menularkan virus kepada orang lain.

Menurut Piot, hanya butuh satu penderita ebola untuk dapat menyebarkan virus itu ke banyak orang.