NASA: Tidak Ada Kebocoran Amonia di ISS

By Dok Grid, Kamis, 15 Januari 2015 | 10:48 WIB
Urine sangat bermanfaat karena kandungan amonianya. Maka, kaisar pun menetapkan pajak urine untuk membiayai pembangunan. Salah satunya Colosseum yang dibangun dengan pajak urine. (Carole Raddato)

Badan Antariksa AS (NASA), Rabu (14/1), memastikan enam orang astronot yang bertugas di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) dalam kondisi selamat dan saat ini berlindung di bagian Rusia setelah alarm tanda kebocoran amonia berbunyi di bagian Amerika ISS.

Alarm untuk mengindikasikan adanya kebocoran amonia itu berbunyi pada sekitar pukul 09.00 GMT atau sekitar pukul 16.00 WIB. Begitu alarm berbunyi para astronot langsung menggunakan alat bantu pernapasan dan langsung pindah ke sisi Rusia.

NASA kemudian menyatakan belum dapat memastikan apakah kebocoran amonia menjadi pemicu hidupnya alarm seperti yang dilaporkan badan antariksa Rusia sebelumnya.

"Pengendali penerbangan ISS belum dapat memastikan apakah alarm itu dipicu adanya tekanan, kesalahan sensor, atau masalah di kotak penerima komputer," demikian pernyataan NASA lewat akun Twitter-nya.

"Seluruh kru dalam kondisi selamat. Tak ada kebocoran amonia. Para kru merespon meningkatkan tekanan pendingin," tambah NASA.

Sebelumnya, badan angkasa luar Rusia menyebut evakuasi keenam astronot AS itu adalah akibat kebocoran substansi beracun.

"Substansi beracun itu berasal dari sistem pendingin yang msuk ke atmosfer ISS di sisi AS stasiun ini," demikian badan angkasa luar Rusia.

"Saat ini kru Amerika sudah dievakuasi ke bagian Rusia ISS dan bagian AS untuk sementara ditutup," tambah pernyataan itu.