Mengapa Warga Saudi Tidak Anggap Penting Kerudung Michelle Obama?

By , Kamis, 29 Januari 2015 | 12:03 WIB

Ketika Michelle Obama hadir mendampingi suaminya di Arab Saudi tanpa mengenakan kerudung, wajar jika Anda mengira bahwa topik ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Namun itu tidak terjadi.

Walaupun media asing melaporkan adanya kontroversi di media sosial, sebuah tagar berbahasa Arab yang bila diterjemahkan berbunyi "Michelle Obama tanpa kerudung" atau "Michelle Obama tidak sopan" ternyata di-tweet sebanyak 2.500 kali–bukan angka yang kecil, namun bukan jumlah yang besar untuk negara yang penduduknya sangat menggemari Twitter.

Nyatanya, "kontroversi" ini tidak dianggap sepenting tagar yang berhubungan dengan kunjungan Presiden AS ke Arab Saudi. Tagar "Raja Salman meninggalkan Obama untuk salat" menarik lebih dari 170.000 kicauan. Warga Arab menggunakan slogan tersebut untuk menunjukkan kekaguman terhadap pemimpin baru mereka, Raja Salman, yang pergi meninggalkan Obama untuk salat, seperti yang ditunjukkan dalam laporan berita yang banyak ditonton di YouTube. "Ini adalah orang yang meninggalkan pemimpin negara yang paling penting di dunia untuk menunaikan salat," tulis seseorang.

BBC Monitoring, yang menelusuri kritik terhadap Michelle Obama, mengatakan sebagain besar warga Arab yang berkicau mengenai "Michelle Obama tanpa kerudung" bahkan bergurau tentang situasi tersebut dan peraturan Saudi yang konservatif. Beberapa pengguna berbagi foto Michelle Obama yang mengenakan kerudung selama kunjungannya ke Malaysia pada tahun 2010, sementara pengguna lain menyerukan untuk lebih banyak kebebasan dalam kerajaan Saudi.

Sedikit dari kicauan tersebut terlihat marah karena ibu negara tersebut tidak menutupi kepalanya. Banyak pengguna Twitter asal AS menggunakan tagar tersebut untuk mengecam tradisi Saudi. Bahkan hanya 37 persen tweet dengan tagar "Michelle Obama tanpa kerudung" berasal dari Saudi.