Frankie, seekor anjing jenis German Shepherd dilatih untuk mengenali perbedaan antara pasien yang menderita kanker tiroid dan yang tidak.
Satu tim dari University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS) meminta Frankie untuk berbaring apabila mencium tanda kanker pada contoh air seni pasien, dan berlalu apabila tanda itu tidak ada.
Ia kemudian diberi 34 contoh untuk dibaui. Hasilnya, ia berhasil mendiagnosa dengan tepat 30 dari 34 contoh tersebut.
Dr. Donald Bodenner, kepala onkologi endokrin dari UAMS menyatakan, "Kemampuan anjing untuk membaui, amat luar biasa."
"Komunitas medis dalam beberapa tahun ke depan akan sangat menghargai (mereka)."
Hidung elektronik
Beberapa peneliti sedang berusaha untuk mengurai unsur-unsur penciuman anjing dan menguji coba bau unik yang ditimbulkan oleh kanker melalui "hidung elektronik".
Dr. Bodenner menambahkan, "Kami ingin mengetahui apa yang dibaui oleh Frankie, tak ada yang tahu."
Mengomentari temuan itu, Dr. Jason Wexler, ahli endikronogi dari Washington DC berpendapat, "Ini kajian menarik dan berpotensi di area yang mungkin tak bisa dicapai lewat teknik biopsi."
Teknik biopsi mendeteksi tumor tiroid melalui tingkat hormon dengan cara memasukkan jarum untuk mengambil contoh jaringan untuk diperiksa.
Dr. Bodenner mengatakan bahwa laboratoriumnya kini sedang mencari anjing veteran yang pernah terlibat dalam perang di Irak dan Afghanistan.
Bukan untuk mendeteksi bom, mereka akan dilatih untuk mengenali kanker.