5 Kota Eropa yang Bukan di Eropa

By , Rabu, 25 Maret 2015 | 18:30 WIB

Jika Anda adalah seorang pecinta kebudayaan Eropa, mengagumi arsitektur Eropa kuno, berhasrat tinggi untuk tinggal di lingkungan “rasa” Eropa, tempat-tempat berikut ini mampu menghapus dahaga Anda untuk menikmati lingkungan khas Eropa yang indah dengan seni arsitektur yang tinggi, tanpa harus pergi ke Eropa itu sendiri.

Montreal, Canada. (Huffington Post)

Kota yang dulunya menjadi bekas jajahan Perancis dan Inggris ini dirasa sebagai kota yang memberikan romansa Paris yang sendu daripada memperlihatkan suasana Kanada yang tenang namun sibuk.

Jalanan di kota Montreal merupakan jalanan berbatu bulat, khas pedesaan Eropa. Dengan taman-taman identik dengan taman di Eropa, town square, gedung-gedung dengan arsitektur Eropa abad 18, juga gereja-gereja mirip Notre-Dame. Tidak hanya itu, warga kota ini dinilai memiliki sikap angkuh dan cuek yang sama seperti stereotip warga Prancis.

Melbourne, Australia. (Huffington Post)

Kota dengan lanskap artistik ini seringkali disandingkan dengan kota Paris. Dikatakan demikian karena di Melbourne terdapat jembatan (tepatnya jembatan di atas sungai Yarra) dimana Anda dapat menggantungkan gembok bertuliskan nama Anda dan orang yang Anda cintai, persis seperti yang turis dunia lakukan di jembatan Pont de l'Archevêché di kota Paris.

Selain itu, di kota ini terdapat banyak kafe berkonsep open-air dengan pohon-pohon di sepanjang trotoar, khas seperti yang ada di kota-kota besar di Eropa.

Boston, Massachuset. (Huffington Post)

Terlepas dari suasana perkotaan yang modern dan sibuk, kota Boston juga menawarkan ketenangan seperti yang diberikan kota-kota di Eropa. Layaknya gedung Shard dan Gerkin yang menjulang di atas sungai Thames di London, gedung Copley dan Prudential Center di Boston menjulang di atas sungai Charles. Kota ini aman untuk para pelancong berjalan semalaman, karena pemerintahnya memfasilitasi kota ini dengan transportasi umum yang luas dan nyaman.

Guanajuato, Meksiko. (Huffington Post)

Kota ini dinobatkan sebagai kota yang sarat akan nuansa Eropanya, sehingga UNESCO pun memberikan gelar World Heritage Site (Situs Warisan Dunia) untuk kota ini. Dengan jalanan berbatu bulat, mansion mewah milik para mantan petambang, dan pusat kota yang penuh dengan gaya arsitektur abad ke-17. Selain itu, yang menyebabkan kota ini sebagai representasi kota-kota di Eropa adalah jalanan-jalanannya yang sempit –terkadang hanya selebar satu mobil saja, namun cocok untuk berjalan kaki. Sejumlah gereja di Guanajuato bahkan dinobatkan UNESCO sebagai contoh terbaik arsitektur Baroque di Amerika.

Quebee City, Kanada. (Huffington Post)

Seperti Montreal, kota ini juga lebih terasa seperti Prancis. Selain karena penduduknya berbicara dalam bahasa Prancis, kota ini dibentengi dinding tinggi yang mengelilingi kota, layaknya kota-kota di Eropa sana.

Di Quebee City, Anda wajib menikmati sore dengan berjalan kaki di jalanan kota, juga bermalam di  hotel yang menjadi ikon kota ini, Chateau Frontenac.

Dinding dengan arsitektur Baroque dan Novuelle French. Disana anda dapat dengan mudah mengunjungi situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bisu peperangan Prancis dan Inggris beberapa dekade silam.