Atasi Masalah Perdagangan Satwa Liar, USAID Adakan Kompetisi Inovasi

By , Rabu, 20 Mei 2015 | 09:45 WIB

Badan Bantuan Pengembangan Internasional Amerika atau U.S. Agency for International Development (USAID) telah meluncurkan kompetisi untuk menemukan solusi sains dan teknologi yang inovatif untuk memerangi perdagangan satwa liar.

USAID menyediakan hadiah senilai 500.000 dolar untuk inovasi dari kalangan publik untuk membendung pembantaian satwa liar. 

Aplikasi yang diciptakan harus menanggulangi setidaknya satu dari empat masalah, dengan dampak yang bisa dirasakan dengan segera dengan menggunakan solusi sains dan teknologi inovatif.

Direktur USAID di Asia Michael Yates mengatakan empat area yang mengkhawatirkan adalah: mendeteksi rute transit, bukti forensik yang menguatkan, mengurangi permintaan konsumen dan mengatasi korupsi.?

“Semuanya terkait. Dibutuhkan tindakan gabungan dari area ini untuk mengatasi masalah perdagangan satwa liar. Dan masalah ini harus diatasi segera. Tren peningkatan perburuan ini sangat mengkhawatirkan," kata Yates.

Untuk mencapai solusi, Yates menambahkan, semua orang di masyarakat harus terlibat.

“Ini bukan masalah yang bisa dipecahkan sendiri oleh pemerintah. Kami menanti aplikasi yang diciptakan oleh orang-orang kreatif untuk membantu kami memahami bagaimana kita, dengan bekerjasama, bisa mengatasi setiap aspek perdagangan satwa liar ilegal dengan lebih efektif," ujarnya.

Peminat individual atau organisasi punya waktu sampai 30 Juni untuk menyerahkan konsep pendek yang menggambarkan solusi mereka untuk mengikuti "Wildlife Crime Tech Challenge". 

Inisiatif USAID merupakan kemitraan dengan National Geographic, Smithsonian Institution dan jaringan pemantauan perdagangan satwa liar TRAFFIC.

USAID mengatakan juri akan mengevaluasi aplikasi berdasarkan dampak dan skalabilitas. Aplikasi yang dianggap mempunyai konsep paling menjanjikan akan lolos untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Formulir pendaftaran bisa ditemukan di wildlifecrimetech.org