Tiongkok Kerahkan Penyelamatan Kapal Pesiar yang Tenggelam di Yangtze

By , Selasa, 2 Juni 2015 | 10:30 WIB

Pemerintah Tiongkok tengah melancarkan upaya penyelamatan terhadap lebih dari 450 penumpang dan awak kapal pesiar yang tenggelam di Sungai Yangtze, Selasa (2/6). 

Para regu penyelamat telah menemukan kapal yang dalam posisi terbalik. Di lokasi itu mereka menemukan delapan orang dan dapat mendengar seruan minta tolong dari sejumlah orang lainnya. 

Di antara kedelapan orang yang mampu diselamatkan ialah kapten kapal dan kepala bagian mesin. Sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua, mereka mengaku kapal tersebut terjebak di tengah badai dan tenggelam dengan cepat. 

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang memerintahkan sebuah tim dari dewan negara untuk memimpin operasi pencarian dan penyelamatan. 

Namun, upaya itu menemui kendala cuaca berupa angin kencang dan hujan deras. Kedalaman sungai yang mencapai 15 meter juga diperkirakan bakal menyulitkan regu penyelamat. 

Kapal bernama Dongfangzhixing, atau dalam bahasa Indonesia berarti 'Bintang Timur', ialah kapal pesiar bertingkat empat. Kapal itu mengangkut 405 penumpang asal Tiongkok, lima karyawan biro perjalanan, dan 47 awak. Para penumpang sebagian besar turis berusia 50 tahun hingga 80 tahun. 

Kapal tersebut bertolak dari Kota Nanjing di bagian timur Tiongkok menuju Kota Chongqing di bagian barat daya Cina yang berjarak 1.500 kilometer. Namun, baru separuh perjalanan, tepatnya di Distrik Jianli, kapal itu karam. 

Stasiun televisi Tiongkok, CCTV, menyebutkan kapal itu dimiliki Chongqing Eastern Shipping Corporation yang mengoperasikan tur wisata Sungai Yangtze. 

Insiden kapal tenggelam di Sungai Yangzte terakhir terjadi pada Januari 2015 lalu. Kala itu, 21 orang dipastikan tewas setelah sebuah kapal penarik terbalik.