DNA Kuno Mengungkapkan Bagaimana Orang Eropa Berkulit Putih dan Bermata Biru

By , Rabu, 17 Juni 2015 | 10:00 WIB

Teka-teki tentang kenapa orang-orang Eropa memiliki kulit putih dan bermata biru masih menjadi bahan diskusi hingga sekarang. Baru-baru ini, sebuah DNA kuno mengungkapkan bagaimana orang Eropa berkulit putih dan bermata biru setelah menyebar dari Afrika.

Evolusi orang Eropa, menurut Daniel Zadik dari University of Leicester mengatakan, bermula dari mata. “Analisis DNA purba menunjukkan bahwa pada satu titik, manusia Eropa (dulunya) adalah seorang pemburu bermata biru dan berkulit hitam.”

Sementara proses perubahan warna kulit berlangsung lebih belakangan. Zadik percaya bahwa itu mungkin disebabkan oleh migrasi orang-orang Timur Tengah selama Zaman Perunggu.

“Mata biru bisa berasal dari zaman Mesolitikum Eropa (10.000 – 5.000 SM), sedangkan karakteristik lain (kulit putih) datang kemudian seiring dengan munculnya pendatang dari Timur (tengah),” ujar Zadik seperti dilansir Metro.co.uk.

Tanda-tanda kulit putih, tambah Zadik, belum tampak di Zaman Mesolitikum, tapi hadir ketika Eropa memasuki Zaman Perunggu (3.000 tahun kemudian), baik di Eropa maupun di Semenanjung Siberia. Seperti diketahui, kedua wilayah ini menerima banyak sekali petani Timur Tengah selama ini—dan ada indikasi bahwa mutasi orang Eropa ini bermula dari datangnya orang-orang Timur Tengah.

Zadik juga melihat kemungkinan lainnya: seleksi alam. “Bisa jadi kurangnya vitamin D di daerah yang lebih utara lantara kurangnya sinar matahari, atau karena faktor makanan yang mereka tanam.”