Napak Tilas Empat Tragedi Kecelakaan Hercules di Indonesia

By , Rabu, 1 Juli 2015 | 15:00 WIB

Kecelakaan pesawat di Medan pada Selasa (30/6) bukan satu-satunya yang melibatkan Hercules C-130. Data yang dikumpulkan Kompas.com dari Aviation Saftey Network mengungkap, ada 4 kejadian kecelakaan Hercules C-130 di Indonesia.

Kecelakaan pertama terjadi pada 21 November 1985 di dekat Sibayak. varian Hercules C-130 yang mengalami kecelakaan adalah C-130H-MP. Sejumlah 11 orang tewas dalam kecelakaan pesawat dengan nomor registrasi A-1322 itu. Pesawat yang mengalami kecelakaan baru 4 tahun terbang.

Kecelakaan kedua terjadi pada 5 Oktober 1991. Sebanyak 134 orang tewas dalam kejadian kecelakaan tersebut. Peristiwa itu merupakan kecelakaan Hercules C-130 dengan korban paling banyak.

Sebelum kecelakaan, pesawat sedang mengikuti perayaan Hari ABRI. Beberapa saat setelah lepas landas, pesawat mengalami masalah mesin. Pesawat jatuh di Balai Latihan Kerja Departemen Tenaga Kerja, Condet, Jakarta Timur. Dua korban adalah satpam di lokasi itu.

Kejadian kecelakaan ketiga terjadi pada 20 Mei 2009. Pesawat sebenarnya sudah hampir mendarat di Bandara Iswahyudi, Madiun. Namun, pesawat gagal mendarat dan menabrak empat rumah sebelum akhirnya jatuh di persawahan.

Dilaporkan, 96 orang tewas akibat kecelakaan tersebut. Dua di antara korban yang tewas merupakan warga yang tinggal di sekitar kejadian kecelakaan. Hercules yang mengalami kecelakaan saat itu sudah terbang sejak tahun 1982.

Tragedi nahas keempat yang dialami Hercules C-130 terjadi pada Selasa (30/6). Pesawat jatuh dan hancur berkeping-keping sesaat setelah lepas landas. Lokasi jatuhnya pesawat di pemukiman warga Kecamatan Medan Tuntungan, dekat Bandara Soewondo.

Pesawat lepas landas pada pukul 11.48 WIB. Beberapa saat setelah lepas landas, pilot sempat meminta "return to base". Setelah permintaan itu, pesawat tiba-tiba berbelok ke kanan dan akhirnya jatuh.

Pesawat membawa 12 kru dan 101 penumpang. Data terakhir, ada 23 korban tewas yang sudah teridentifikasi. Hercules 130B yang jatuh kali ini sebenarnya sudah harus kembali ke Malang pada 2 Juli 2015 besok.