Bagaimana kita menghindari serangan hiu?

By , Rabu, 29 Juli 2015 | 08:30 WIB

Pekan lalu, seorang peselancar yang bersaing dalam sebuah acara di Afrika Selatan harus berjuang dari hiu yang menyerangnya di depan TV. Di Amerika Serikat, terjadi lonjakan serangan hiu. Lalu, bagaimana cara manusia terhindar dari serangannya?

Pertama yang perlu diingat adalah kita berada di rumah hiu, dan ini merupakan kerugian besar. Hiu memiliki "indra keenam": Melalui pori-pori kecil yang berada di moncong, mereka mendeteksi ketika medan listrik terganggu oleh detak jantung atau otot kedutan.

Beberapa petunjuk bermanfaat agar terhindar dari serangan hiu: Jangan berenang setelah senja terlalu lama, atau dengan luka terbuka—beberapa hiu dapat mencium setetes darah 3 mil jauhnya. Cobalah untuk tetap dalam kelompok, karena hiu cenderung untuk menargetkan individu tunggal. Jangan menyimpang terlalu jauh dari pantai, dan waspada terhadap gundukan pasir atau daerah curam, keduanya adalah tempat berkumpul hiu. Jangan pernah memakai perhiasan mengkilap. Kadang-kadang hiu salah menilai bahwa yang berkilauan itu adalah sisik ikan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika diserang?

Biasanya, kita tidak akan memiliki kesempatan untuk merespon serangan. "Mayoritas serangan (hiu) adalah hit and run," kata biologis kelautan Universitas Miami David Shiffman. "Hiu itu menggigit Anda dan hilang bahkan sebelum Anda tahu itu." Tetapi jika si penyerang tidak mau pergi, jangan menggelepar atau berteriak, yang dapat menimbulkan gigitan lain. Jika memungkinkan, cobalah memukul hiu pada moncongnya, idealnya dengan benda mati, yang dapat mendorong hiu itu pergi. Jika gagal, terus berjuang dan mencakar bagian sensitif seperti mata dan insang. "Kita tidak harus bertindak pasif jika diserang," kata Burgess. "Hiu menghormati ukuran dan kekuatan."

Efek Jaws

Dengan twist yang aneh, lonjakan serangan hiu baru-baru ini di AS bertepatan dengan 40 tahun rilisnya blockbuster 1975 rilisan Steven Spielberg, Jaws. Dari urutan pembukaannya—ketika perenang merasakan tarikan di kakinya, film ini telah merangsang pemirsa di seluruh dunia sebuah teror primal dari dimakan hidup-hidup. Dengan panjang lebih dari 20 kaki, dengan 300 gigi bergerigi, hiu putih besar menjadi salah satu penjahat ikonik bioskop –memutar spesies menjadi target kehidupan nyata yang didambakan bagi para pencari trofi.

"Rata-rata Laki-laki bisa menangkap ikan besar ini, dan tidak ada penyesalan, karena ada pola pikir ini bahwa mereka pembunuh manusia," kata Burgess. Dia memperkirakan komersialisai dan olahraga memancing telah mengurangi jumlah hiu pada semua spesies lebih dari 50 persen—dan beberapa sebanyak 90 persen. Sementara kurang dari 500 orang telah meninggal akibat serangan hiu selama 500 tahun terakhir. Manusia diperkirakan membunuh 100 juta hiu per tahun.