Spesies Baru Lemur Kerdil ditemukan di Madagaskar

By , Kamis, 22 Oktober 2015 | 15:00 WIB

Di utara Taman Nasional Montagne d’Ambre, Madagaskar, Runhua Lei daru Kebun Binatang dan Akuarium Henry Doorly Omaha bersama rekan-rekannya dari Madagaskar dan Amerika selatan menemukan spesies baru lemur.

Menurut Lei, spesies baru tersebut termasuk dalam genus lemur kerdil yang disebut Cheirogaleus.

Tim memilih nama ilmiah untuk spesies itu: Cheirogaleus andysabini (Lemur kerdil Andy Sabin) sebagai bentuk penghormatan kepada pengusaha dernawan asal New York, Andy Sabin. Nama umum yang diusulkan adalah lemur kerdil Montagne d’Ambre.

“Spesies ini dinamakan seperti Andy Sabin, seorang pengusaha dermawan New York yang sangat terkenal, Andy Sabin. Ia turut berkomitmen dalam konservasi spesies, terutama kura-kura, amfibi dan primate,” ujar Lei dalam jurnal Primate Conservation.

Secara khusus, Sabin telah mendukung banyak proyek di Madagaskar, termasuk penelitian tentang lemur, kura-kura dan katak. Komitmen jangka panjang, antusiasme, dan kemurahan hatinya telah membantu untuk mendorong banyak peneliti dan konservasionis, tua dan muda.

Laporan menyebutkan bahwa lemur tersebut berukuran panjang 16-18 cm, dengan panjang ekor 26-27 cm.

Kira-kira seukuran tupai, lemur kerdil ‘d’Ambre diketahui berbobot 250-31 gram. Warnanya cokelat kemerahan dengan sisi putih di bagian bawah dan memiliki lingkaran hitam kecokelatan di sekeliling matanya.

Lemur kerdil Montagne d’Ambre ini dikenal berasal dari Taman Nasional Montagne d’Ambre dan area di sekitar kota Joffreville, barat laut dari Sungai Irodo di utara madagaskar.

Lebih dari 90 persen dari lemur di dunia masuk ke dalam daftar merah spesies hampir berada dalam ancaman kepunahan. Namun, status spesies baru ini belum diketahui.