Ladang Ganja Ilegal Membunuh Mamalia Langka

By , Jumat, 6 November 2015 | 10:00 WIB

Populasi mamalia yang biasa disebut fisher (Martes pennanti), di Sierra Nevada menjadi semakin terancam. Ancaman terbaru datang dari kawasan ladang ganja ilegal yang menggunakan racun tikus. Petani ganja menyebar rodentisida di sekitar ladang ganja untuk mencegah hama. Rodentisida tersebut telah dikembangkan dengan rasa seperti daging, ikan dan selai kacang, sehingga menarik hewan lain selain tikus.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Plos One menunjukkan terdapat peningkatan jumlah kematian fisher yang terpapar beberapa jenis rodentisida. Penelitian ini menguji kematian 167 fisher di antara tahun 2012-2014 dan menemukan bahwa 10 persen dari kematian terhubung langsung dengan ladang ganja. Mereka juga menemukan bahwa tingkat paparan racun tikus meningkat dari 79 persen menjadi 85 persen selama periode tersebut.

Hasil bedah telah mengkonfirmasi sebanyak enam jenis rodentisida dalam satu hewan. Zat paling berbahaya yang ditemukan dalam tubuh fisher  adalah antikoagulan rodentisida (ARs). Racun ini menghentikan proses daur ulang vitamin K pada mamalia. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan pendarahan menjadi tak terkendali. Dari seluruh kasus keracunan, 69 persen berada di musim semi, saat dimana fisher kawin dan membesarkan anak mereka.

Fisher merupakan spesies unggulan. Kami harus memikirkan begitu banyak spesies, seperti rubah merah Sierra Nevada, burung hantu berbintik, marten, semuanya berpotensi memiliki resiko punah yang sama. Keadaan ini akan menjadi lebih buruk kecuali kita melakukan sesuatu untuk memperbaikinya,”ujar Mourad Gabriel, penulis utama studi.

Fisher Pantai Barat merupakan musang berukuran sedang yang hidup di hutan-hutan yang terisolasi dari California, Oregon dan Washington. Pada tahun 2015, populasinya hanya tinggal sekitar 250 individu, dan termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah oleh California Endangerd Species Act