Banjir Bukan Alasan untuk Tidak Menikmati Musim Hujan

By , Rabu, 11 November 2015 | 08:00 WIB

Sahabat menikmati musim hujan atau tidak?

Beberapa orang mungkin akan menjawab: “Ya, saya sangat menikmati!”

Setelah musim kemarau yang cukup panjang, beberapa hari terakhir, hujan mulai turun menyapa Jakarta. Awalnya hanya berupa gerimis, namun perlahan semakin deras dan semakin sering turun.

“Terlepas dari kekhawatiran akan banjir, hujan merupakan anugerah; jika dianggap sebagai bencana – dimana seringkali menyebabkan banjir di Jakarta – namun sebetulnya itu lebih karena kita belum punya sistem manajemen air yang sempurna,” Kata Fatchy Muhammad, seorang ahli hidrogeologi dari Organisasi Masyarakat Air Indonesia.

Fatchy telah menganalisa berbagai masalah air semenjak tahun 1973. Saat itu ia masih berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Sejak 1973! Waktu yang panjang bukan? Tetapi tidaklah terlalu panjang mengingat air masih menjadi masalah utama di Jakarta. “Namun, saya rasa saya punya solusi yang baik,” ujarnya.

Pernahkah sahabat mendengar tentang restorasi air? Konsep restorasi air yang digagas Fatchy merupakan cara untuk mengisi kembali tanah dengan air hujan. Ini dapat menjadi cara untuk menyelesaikan masalah banjir. Air hujan dapat diserap dengan tanah dengan beberapa metode seperti sumur resapan, parit dan waduk resapan.!break!

Metode resapan tersebut hampir mirip dengan panen, dalam kata lain menyimpan air agar dapat digunakan kembali. Jadi saat hujan, jika air diserap ke dalam tanah, air dapat disimpan di bawah tanah dan itu akan menjadi sumber air yang dapat diperbaharui. Jika air melalui pipa tidak dapat diimplementasikan secara keseluruhan di Jakarta.

Implementasi maksimal dari resapan akan memberikan hasil yang lebih baik: resiko banjir dapat berkurang, volume air tanah dalam akan meningkat dan kualitas air akan jauh lebih bagus.

(www.utarakanjakarta.com)

Biar bagaimanapun, konsep restorasi air ini tidak dapat dilakukan sendirian! Kita membutuhkan tindakan secara besar-besaran dari masyarakat luas dan juga dengan dukungan pemerintah.

Jangan tutupi halaman rumah sahabat dengan semen, sisakan sedikit lahan tanah, buatlah taman kecil sebagai biopori, cara yang baik untuk menyerap air ke dalam tanah.

 Mulai dari sekarang. Maka banjir dan masalah kekurangan air tanah dapat diselesaikan lebih cepat. Tak ada lagi alasan untuk tidak menikmati musim hujan. Ayo lakukan tindakan nyata bersama-sama!

Kisah pendek ini bagian dari Proyek Utarakan Jakarta – Speak up (North) Jakarta lewat laman www.utarakanjakarta.com. Proyek ini bertujuan untuk mengabarkan dan meningkatkan kesadaran tentang banjir di Jakarta, sekaligus menunjukkan urgensi untuk melindungi Jakarta dari banjir.

Utarakan Jakarta menggambarkan kehidupan empat warga yang hidup di balik tembok laut di Jakarta Utara. Gambaran tersebut menangkap soal perjuangan mereka melawan banjir, rumah yang terendam dan harga air minum di sebuah kota yang di ambang tenggelam. Kampanye memperlihatkan kekhawatiran, mimpi dan harapan mereka akan masa depan yang lebih baik. Simak juga kisah keempat warga tadi dalam "Di Balik Benteng Laut" yang terbit di Edisi Spesial National Geographic Indonesia edisi November 2015.