Bisakah Pesawat Besar Dipasangi Parasut untuk Menyelamatkan Penumpangnya?

By , Kamis, 24 Desember 2015 | 09:00 WIB

Beberapa perusahaan pembuat pesawat ringan melengkapi pesawatnya dengan parasut sebagai alat keselamatan.

Salah satu pabrikan yang membuat parasut untuk pesawat adalah Ballistic Recovery System (BRS) yang ada di Miami, Florida. Perusahan ini didirikan oleh Boris Popov.Pada 1975, glider yang dikendarainya berada di luar kendali, membuatnya jatuh ke Danau Minnesota dari ketinggian sekitar 120 meter. Mendarat dengan selamat, ia terinspirasi untuk membuat penerbangan menjadi lebih aman.

Ia pun membuat parasut yang disetujui oleh Federal Aviation Administration pada 1993 untuk pesawat Cessna 150. Hingga 2011, lebih dari 30.00 parasut BRS telah digunakan dalam berbagai macam jenis pesawat kecil dan saat itu telah menyelamatkan 257 nyawa.

BRS masih memeroduksi parasut untuk pesawat berpenumpang lima orang. Namun pada 2015 Popov berencana untuk membuat parasut bermuatan 20 orang. Ia yakin bahwa suatu saat parasut bisa dipasang pada pesawat komersial besar.

Guy Gratton, peneliti penerbangan di Brunel University, Inggris, mengatakan bahwa dari sisi teknologi, amatlah memungkinkan untuk melengkapi pesawat dengan parasut.

Namun, hal yang perlu dipertimbangkan adalah, bagaimana nilainya dibandingkan dengan beban penumpang yang harus dikurangi untuk digantikan oleh bobot parasut ini?

Menurutnya, fitur keamanan dalam pesawat sudah diseleksi berdsarkan, “jumlah uang yang dikeluarkan penumpang, juga bobotnya.” Lagipula para ahli berpendapat, bahwa jarang sekali terjadi kerusakan mesin di udara, dan jika mesin mati, pilot masih bisa mendaratkan pesawat tersebut. Selain itu, belum tentu pula masih tersedia waktu untuk mengembangkan parasut.