2016 Kelaparan dan Malnutrisi Masih akan Terjadi di Afrika

By , Senin, 28 Desember 2015 | 12:00 WIB

UNICEF (U.N. Children’s Fund) memperingatkan terjadinya hujan badai dan fenomena cuaca El Nino membuat ratusan ribu anak-anak beresiko kelaparan dan menderita penyakit di beberapa bagian timur dan selatan Afrika.

Beberapa negara di Afrika timur dan selatan telah mengalami dua musim hujan badai atau tidak ada sama sekali. Situasi ini diperburuk oleh El Nino yang kuat, fenomena pemanasan cuaca yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada beberapa bulan pertama tahun 2016.

UNICEF melaporkan ratusan ribu anak-anak telah menderita kekurangan pangan, dan akan cenderung diperburuk dengan kondisi ini.

Lapar, Kurang Gizi

Sebagai contoh, UNICEF mencatat lebih dari 10 juta orang di Ethiopia kelaparan dan jumlah ini cenderung meningkat hingga 15 juta pada tahun 2016. Ia mengatakan 350.000 anak-anak membutuhkan pengobatan untuk kekurangan gizi akut pada tahun depan.

UNICEF melaporkan keadaan darurat makanan mempengaruhi sekitar 855.000 orang di Somalia, dan jumlah orang yang saat ini kekurangan makanan di Zimbabwe diperkirakan tiga kali lipat menjadi 1,5 juta pada Januari dan Maret.

Badan PBB mengatakan sangat prihatin akan tingginya tingkat malnutrisi di kalangan anak-anak di Malawi. Juru bicara UNICEF, Christophe Boulierac mengatakan bahwa mereka akan melaksanakan skrining massal untuk gizi buruk pada anak-anak di bawah usia 5 di 90 persen di negara tersebut.

"Kami takut kelaparan di Malawi, di mana hampir setengah dari anak-anak sudah kekurangan gizi karena Malawi sedang berjuang untuk mengatasi kekeringan dan defisit jagung pertama dalam satu dekade," kata Boulierac.

Kondisi Cuaca

Boulierac mengatakan Malawi mencoba melawan kombinasi peristiwa cuaca buruk itu. Ia mengatakan jika El Nino, banjir dan musim kemarau yang berkepanjangan, serta ekonomi stagnan telah menambah penyebab kekurangan pangan di negara itu.

"Sebuah Penilaian Kerentanan baru-baru ini mengungkapkan bahwa 2,8 juta orang di Malawi  membutuhkan bantuan pangan mendesak," kata Boulierac. "Bahkan jika angka resmi mengatakan bahwa kasus gizi buruk tidak meningkat, kita tahu dari pengalaman masa lalu bahwa ini mungkin tidak mencakup seluruh cerita." Lanjut Boulierac.

UNICEF memperkirakan hampir 4 persen dari anak-anak Malawi berusia di bawah lima tahun menderita kekurangan gizi akut, kondisi fatal untuk anak-anak.

Badan ini mengatakan program skrining yang dirancang untuk mengorek anak-anak yang rentan, sehingga mereka dapat memberikan terapi pengobatan dan menyelamatkan jiwa sebelum terlambat.