Seekor Singa Ditemukan Sekarat di Taman Nasional Kruger

By , Sabtu, 16 Januari 2016 | 17:00 WIB

Singa ini tidak memiliki nama, namun gambaran dari penderitaannya yang menyakitkan ini telah menyebar di dunia maya.

 

SInga jantan muda yang terlihat kurus dan sekaratini terbaring di sisi jalan dengan tali pemburu yang masih mengikat erat di lehernya. Para wisatawan di Kruger National Park di Afrika selatan yang melihatnya mencoba untuk menyelamatkannya. Walaupun para turis sudah melaporkan singa ini kepada pengelola sabtu lalu, sebelum foto-foto tersebar secara cepat melalui media sosial yang menjadi peran utama dalam menolong menemukan singa ini. Kata Gleen Phillips, managing executive of Krunger National Park.

“karena saat ini orang-orang dapat berkomunikasi dan mengirim gambar di Facebook, kami dapat dengan segera mengetahui kondisi hewan tersebut untuk diberitahukan ke dokter hewan kami, dan kami juga mendapatkan tanda dimana singa ini terlihat terakhir kali,” Kata Phillips. “ada sebuah persepsi yang mengatakn bahwa seharusnya kam bisa begitu mudah untuk menemukan hewan-hewan ini, namun itu tidak benar, terutama di sebuah taman yang kira-kira memiliki ukuran seperti Israel.”

Phillips mengatakan para pencari sudah menyusuri taman nasional ini sepanjang minggu, namun tidak berhasil. Dan ternyata singa ini sempat tergelincir ke dalam semak-semak yang luas pada hari Senin. Singa malang ini akhirnya ditemukan pada hari Selasa, berjalan melalui sungai yang dipenuhi oleh buaya. Kemudian singa ini ditenangkan dengan menembakkan panah obat bius dari helicopter.

“Yang ditemukan oleh dokter hewan kami adalah adanya kerusakkan jaringan permukaan kulit yang hancur namun jaringan yang berada di bawah permukaan ini masih utuh.” Katanya.

Tim penyelamat sudah berhasil menghapus jerat yang berada di leher singa ini, “Singa ini sangat beruntung bisa meloloskan diri, ” kata Phillips. “biasanya semakin hewan ini mencoba untuk melarikan diri, semakin erat perangkap yang berhasil menjeratnya.”

Sebuah Cara Membunuh yang brutal

Adanya jerat yang berbahaya itu terus menjadi masalah besar di taman nasional ini. “Ini adalah cara yang benar-benar sembarangan dan brutal untuk membunuh,” Tegas Phillips. Pemburuan ini adalah salah satu masalah yang sulit di wilayah ini.”wilayah memiliki perbatasan sejauh 1,400 kilometer yang harus diurus oleh 700 orang kru penyelamat (rangers) sepanjang waktu dan untuk saat ini mereka memfokuskan pada isu anti-perburuan,” katanya, sambil menambahkan.