Selamat Jalan, Elsa...

By , Selasa, 26 Januari 2016 | 12:00 WIB

Elsa, harimau betina yang diamankan oleh BKSDA Bengkulu setelah dijerat pemburu pada April 2015, mati. Elsa mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (20/1/2016). Zirun, staff pengelola PLG, menyebutkan, kematian Elsa berawal dari sakit yang tak diketahui penyebabnya. "Ia awalnya sakit, lalu ditemukan mati, selebihnya saya tidak tahu karena perawatannya ditangani oleh dokter khusus," kata Zirun dihubungi Kompas.com, Senin (25/1/2016).Ia juga mengatakan, Elsa juga dikubur di PLG tersebut setelah dokter melakukan otopsi terhadap harimau malang itu. Sementara itu, Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu Anggoro Dwi Sujianto membenarkan kematian hewan yang dilindungi tersebut. "Saya saat ini sedang di Jakarta melaporkan kematian Elsa. Yang pasti, matinya Elsa karena sakit, yang tampak hatinya tidak normal. Namun, hasil pasti masih menunggu pemeriksaan lab," kata Anggoto melalui pesan singkatnya. Anggoro juga menyayangkan kematian Elsa mengingat selama ini BKSDA Bengkulu tengah menyiapkan lokasi rehabilitasi harimau sumatera di PLG Sebelat. Saat ini, ada dua harimau sumatera di lokasi itu, yakni Elsa, si harimau betina, dan Giring, harimau jantan. "Sayang sekali kematiannya, karena laporan terakhir Giring dan Elsa sudah jodoh, tapi apa daya, walaupun sudah diusahakan maksimal, tapi kenyataan berkata lain," lanjut Anggoro. Elsa adalah harimau betina berusia sekitar enam tahun yang diamankan BKSDA sejak 2 April 2015. Dia ditemukan dalam kondisi terjerat perangkap pemburu di Kabupaten Seluma. Akibat jerat itu, telapak kaki kanan Elsa terluka parah membuat empat jari kaki kanan depannya terpaksa diamputasi. Selama beberapa bulan, Elsa dan Giring, pasangannya yang merupakan harimau jantan pemangsa manusia, diamankan oleh BKSDA. BKSDA mendapatkan kritik dari beberapa lembaga pemerhati satwa karena dituding lalai dalam merawat kedua satwa liar tersebut. Setelah kritik dan mendapatkan instruksi dari kementerian, BKSDA memindahkan Elsa dan Giring ke PLG Sebelat pada akhir 2015. PLG Sebelat juga diusulkan BKSDA sebagai pusat rehabilitasi harimau sumatera.