Infeksi COVID-19 pada Binatang, Apakah Dapat Menulari Manusia?
Rusa berekor putih adalah salah satu spesies yang dipantau secara ketat oleh para ilmuwan. Tahun ini, sebuah penelitian yang menganalisis darah dari lebih dari 600 rusa di empat negara bagian. Mereka menemukan antibodi terhadap virus corona di hampir 40 persen sampel. Bulan lalu, COVID-19 terdeteksi pada tiga rusa di Quebec, Kanada. Tidak ada hewan yang tampak sakit.
Tidak ada bukti bahwa rusa dapat menularkan virus ke manusia atau spesies lain. Namun momok penular tanpa gejala ini membuat para ilmuwan berhenti sejenak. “Itulah mengapa semua orang sangat peduli dengan studi rusa ini,” kata Lennon. Jika virus diam-diam menyebar dan bahkan bermutasi dalam populasi hewan yang besar, maka akan jauh lebih sulit untuk dikendalikan dan diberantas.
Sebagian besar kasus hewan di Amerika Serikat dilaporkan oleh fasilitas terakreditasi yang memiliki protokol kesehatan yang ketat.
Kebun binatang tersebut merupakan anggota Association of Zoos and Aquariums (AZA). Ini adalah sebuah lembaga nonprofit di Amerika Serikat yang menetapkan standar untuk perawatan dan keselamatan hewan.
Protokol kedokteran hewan AZA yang lebih ketat memungkinkan para pengurus mendeteksi penyakit pada hewan dan melakukan pengujian, kata Dan Ashe, presiden AZA. Mereka terus-menerus memantau hewan-hewan itu.
Praktik standar selama pandemi termasuk mengenakan alat pelindung diri dan meminimalkan kontak dekat dengan hewan. Setelah semua dilakukan, mereka masih mendapatkan hewan yang terinfeksi. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kondisi hewan di tempat yang tidak menjalankan standar ini.
Banyak kebun binatang di Amerika Serikat menawarkan kontak langsung dengan hewan, terutama singa dan anak harimau. Keduanya adalah spesies yang diketahui rentan terhadap virus. Kebun binatang ini harus dilisensikan oleh USDA untuk memamerkan hewan tetapi tidak diakreditasi oleh AZA. AZA tidak mengizinkan kontak antara kucing besar dan publik.
Baca Juga: Seorang Pria Ketahuan Pakai Lengan Palsu Saat Hendak Disuntik Vaksin
Bagi Diel, risikonya lebih besar bagi hewan yang memiliki kontak dekat dengan pengunjung. Persyaratan untuk penularan adalah kontak dekat. Dan Ketika kebun binatang memperluas jumlah orang yang melakukan kontak dengan hewan, itu meningkatkan risiko.
Meskipun COVID-19 pada dasarnya adalah penyakit manusia, meningkatnya jumlah spesies yang rentan terhadap virus menjadi alasan untuk bertindak.
Kita perlu melakukan banyak pengawasan pada spesies yang berbeda dan varian baru seperti Omicron, kata Lennon.