Bantu Cegah Penebangan Hutan, Dokter WNI Terima Penghargaan di Inggris

By , Kamis, 28 April 2016 | 15:00 WIB

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu menyelamatkan hutan dan keanekaragaman hayati di Indonesia.  Tak harus melulu berprofesi sebagai ahli lingkungan profesional, kita juga bisa melakukan berbagai hal positif sesuai profesi dan keahlian  yang dimiliki untuk melestarikan alam di Bumi Pertiwi.

Seperti kisah Hotlin Ompusunggu, seorang dokter gigi yang membantu pencegahan penebangan hutan di Gunung Palung, Kalimantan Barat, dengan memberikan pengobatan murah bagi masyarakat setempat.

Baru-baru ini, badan amal konservasi Inggris, Whitley Fund for Nature memberikan penghargaan Whitley Gold Award kepada Hotlin.

“Penghargaan ini diberikan karena Hotlin memutus siklus kemiskinan dan buruknya kesehatan masyarakat. Orang banyak yang menebang secara liar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk untuk berobat,” kata Danni Parks dari Whitley Fund for Nature.

Danni menuturkan bahwa semenjak Hotlin memulai proyeknya pada 2007, penebangan liar berkurang secara signifikan di Taman Nasional Gunung Palung dan kesehatan masyarakat meningkat. Karena alasan itulah Whitley Fund for Nature memberikannya Whitley Gold Award.

Dari sekitar 65.000 warga yang tinggal di sekitar Gunung Palung, 24.000 di antaranya telah merasakan jasa yang ditawarkan Hotlin.

"Mereka mendapatkan fasilitas ini dengan pola insentif kesehatan, yang datang dari desa yang melindungi hutan mereka dapat diskon 70%," kata Hotlin kepada BBC Indonesia.

Hotlin menambahkan, “Biaya berobat dengan dokter dan obat berkisar antara Rp10.000 sampai Rp15.000 setelah diskon 70%.”

Berobat dengan bayar bibit pohon

Indikator desa hijau ini dilakukan dengan pola pemantauan yang dilakukan setiap tiga bulan dengan antara lain melihat adanya penebangan liar, pengolahan kayu dari Taman Nasional Gunung Palung serta pembakaran hutan untuk berladang.

"Jadi kalau mereka punya indikator kerusakan 0 desa mereka akan dapat 70%. Sejak 2007, ada pola merusak dan tidak merusak, sistem warna merah dan hijau. Seriing berjalan waktu, kita juga mengeluarkan sistem tengah.

"Bila ada desa yang belum 100% tidak merusak hutan tapi sudah berusaha ... mereka tetap bayar namun dengan bibit pohon atau kotoran sapi yang bisa ktia pakai untuk menanam hutan yang sudah rusak," kata Hotlin.

Selain dalam bentuk penghargaan, Hotlin juga mendapatkan dana £50.000 (Rp1 miliar) dari Putri Anne, anak kedua Ratu Elizabeth II.

"Dana ini akan digunakan untuk operasional klinik guna membantu masyarakat yang melindungi hutan. Kita harapkan ide ini dapat diterapkan di daerah Indonesia lain dengan keanekaragaman hayati yang perlu dilindungi dan ada masyarakat yang perlu dibantu."

Selain Hotlin, warga Indonesia lain yang mendapatkan penghargaan Whitley adalah Farwiza Farhan atas upayanya mempertahankan ekosistem Leuser sebagai kawasan perlindungan.