Berlangganan

Diduga Ada Salah Identifikasi, AS Selidiki Foto Iwo Jima

Rabu, 04 Mei 2016 | 14:30 WIB
Bagikan :
Korps marinir AS sedang melakukan investigasi terkait kemungkinan adanya kesalahan identifikasi terhadap satu dari enam prajurit di dalam foto bersejarah itu.

Salah satu foto Perang Dunia II yang paling terkenal adalah aksi marinir AS saat mengibarkan bendera "c" di puncak Gunung Suribachi, Pulau Iwo Jima.

Foto bersejarah itu diambil oleh fotografer perang Joe Rosenthal pada 23 Februari 1945 yang memberinya hadiah Pulitzer.

Dalam foto itu terlihat lima prajurit Korps Marinir AS dan satu anggota korps rumah sakit AL mendirikan tiang bendera AS di puncak tertinggi Pulau Iwo Jima itu.

Tiga marinir yang ada di dalam foto itu, yaitu Harlon Block, Franklin Sousley, dan Michael Strank, tewas dalam pertempuran beberapa hari setelah peristiwa heroik tersebut.

Tiga lainnya yang selamat, yaitu Rene Gagnon, Ira Hayes, dan anggota korps rumah sakit AL John Bradley, menjadi selebriti setelah identitas mereka diungkap kepada publik.

Nah, kini korps marinir AS sedang melakukan investigasi terkait kemungkinan adanya kesalahan identifikasi terhadap satu dari enam prajurit di dalam foto bersejarah itu.

Investigasi dilakukan setelah seorang sejarawan amatir meneliti foto lain yang diambil pada hari yang sama menduga sosok John Bradley, salah seorang yang ikut mengibarkan bendera, sebenarnya adalah orang lain.

Joe Rosenthal, saat mengabadikan momen itu, memang tidak menyertakan nama-nama keenam prajurit itu.

Angkatan bersenjata mengidentifikasi nama-nama mereka setelah mendapat perintah dari Presiden Franklin D Roosevelt. Nama-nama yang disebut adalah yang kemudian diyakini selama 70 tahun setelah peristiwa itu terjadi.

"Korps Marinir meneliti informasi yang diberikan sebuah organisasi swasta terkait foto karya jurnalis Associated Press Joe Rosenthal terkait pengibaran bendera kedua di Iwo Jima," demikian pernyataan Korps Marinir AS.

Nama-nama yang terlibat dalam aksi di foto itu diragukan kebenarannya setelah sejarawan asal Nebraska, Eric Krelle, bersama rekannya Stephen Folley mencuatkan keraguan terkait kisah sebenarnya di balik peristiwa heroik tersebut.

Upaya keduanya menguak fakta sesungguhnya yang pernah dimuat harian Omaha World-Herald pada 2014.