Bhutan Dinobatkan sebagai Negara Pertama yang Jejak Karbonnya Negatif

By , Senin, 13 Juni 2016 | 20:00 WIB

Semua negara di dunia menghasilkan emisi karbon. Semua negara di dunia juga berniat untuk mengurangi jejak karbon tersebut. Sebagai pengawal, Bhutan dinobatkan sebagai negara pertama yang jejak karbonnnya negatif.

Bhutan berkali-kali dinobatkan sebagai negara yang penduduknya paling bahagia di Asia. Sekarang, Bhutan juga berhasil menjadi negara pertama yang jejak karbonnya negatif. (Baca : Bhutan Catat Rekor Dunia dalam Tanam Pohon Selama Satu Jam)

Bhutan adalah negara kerajaan yang terletak di antara India dan Tiongkok. Walau negara ini kecil dan hanya memiliki 750.000 penduduk, Bhutan selalu berhasil mendapatkan perhatian dunia atas berbagai hal mengagumkan yang mereka lakukan.

Menjadi negara dengan jejak karbon negatif sendiri berarti mereka menyerap lebih banyak karbon dioksida ketimbang membuang. Secara spesifik, tiap tahun Bhutan menghasilkan emisi 1,5 juta ton karbon dioksida sedangkan hutan mereka berhasil menyerap 6 juta ton karbon dioksida.

Hal ini bisa terjadi karena Bhutan menerapkan aturan perlindungan lingkungan yang sangat ketat. Sekitar 72% wilayah mereka masih dipenuhi hutan dan pihak pemerintah menjamin setidaknya 60% wilayah mereka akan tetap dipertahankan berisi hutan alami.

(Baca pula : Norwegia, Negara Pertama yang Melarang Penebangan Hutan)

Bhutan memang terkenal sebagai negara yang sangat bahagia dan ramah lingkungan. Pada Juni 2015 lalu mereka membuat rekor dunia dengan memberdayakan 100 sukarelawan untuk menanam 49.672 pohon selama satu jam.

Bulan Maret lalu saat putera mahkota mereka lahir, Bhutan juga merayakan dengan aktivitas yang sangat ramah lingkungan. Mereka menanam 82.000 pohon untuk calon penerus tahta kerajaan tersebut.