Salju Berubah Warna Merah Muda, Dampak dari Perubahan Iklim

By , Senin, 4 Juli 2016 | 13:00 WIB

Beberapa orang menyebutnya salju merah muda, ada yang menyebutnya salju semangka. Berita buruknya, sebuah penelitian terbaru menyebutnya sebagai tanda lain dari pencairan drastis es di Kutub Utara. (Baca : Ini yang Terjadi pada Tubuh Selama Gelombang Panas)

Orang yang melihat, mungkin akan menyebutnya salju merah muda. Para penjelajah Arktik telah mengamati selama berabad-abad, salju merah muda ini sebagai hasil dari mekarnya ganggang merah di air beku. Satu penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, menemukan bahwa ganggang menyebabkan es mencair lebih cepat, dan ganggang cenderung tumbuh lebih cepat karena perubahan iklim.

Kehadiran ganggang merah, menurut studi ini, menurunkan albedo pada salju, (Albedo merupakan kemampuan untuk mencerminkan cahaya, bukan menyerapnya sebagai pana, mirip dengan bagaimana T-shirt putih membuat Anda lebih dingin di bawah sinar matahari dibanding yang berwarna hitam atau berwarna-warni). Selama periode 100 hari selama musim pencairan, studi ini menemukan bahwa salju terpengaruh oleh alga merah yang memiliki albedo 13 persen lebih rendah dari salju putih.

Ini bukanlah proses instan. Para penulis penelitian mengatakan, ini merupakan contoh dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. (Baca pula : Perubahan Iklim Membuat Bahan Makanan Lebih Beracun)

"Seperti yang kami simpulkan berdasarkan data, pencairan merupakan salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan alga pada salju,"ungkap penulis utama studi, Steffi Lutz dari University of Leeds menjelaskan kepada Gizmodo.

"Peristiwa pencairan ekstrim seperti itu terjadi pada tahun 2012, ketika 97% dari seluruh permukaan Greenland Ice Sheet mencair, ini cenderung akan kembali terjadi dengan frekuensi yang meningkat dalam waktu dekat sebagai konsekuensi dari pemanasan global. Selain itu, peristiwa mencair ekstrim lebih mengintensifkan efek salju ganggang pada permukaan albedo,"

Ia menambahkan bahwa hal tersebut disebabkan lelehan gletser yang tidak proporsional akibat dari kenaikan suhu global, sehingga secara efektif menutupi ganggang merah. (Baca juga : Keanekaragaman Hayati Laut Lindungi Ikan dari Perubahan Iklim)

"Ganggang membutuhkan air cair untuk mekar," katanya.

"Oleh karena itu, mencairnya salju dan permukaan es mengontrol jumlah ganggang. Semakin mencair, semakin banyak ganggang. Dengan suhu meningkat secara global, fenomena salju ganggang kemungkinan juga akan meningkat yang menyebabkan efek bio-albedo lebih tinggi," pungkas Lutz.