Infeksi Jamur pada Pria Sebabkan Gangguan Mental?

By , Selasa, 12 Juli 2016 | 19:00 WIB

Infeksi jamur yang paling sering kita dengar adalah yang terjadi pada vagina. Tapi, sebenarnya infeksi jamur bisa juga terjadi di kulit, kuku, atau mulut. Bahkan, pria pun tidak kebal terhadap infeksi ini. Mereka bisa juga mendapat penyakit infeksi menular seksual.

Menurut sebuah penelitian baru, mereka yang rentan terhadap infeksi jamur, seharusnya tidak hanya khawatir ejekan atau efek samping gatal-gatal saja.

Para peneliti dari Johns Hopkins menganalisis antibodi anti-Candida dalam sampel darah dari lebih i 800 relawan penelitian yang berusia antara 18 sampai 65 tahun.

Dari kelompok ini, 277 orang di antaranya tidak memiliki riwayat gangguan mental, 261 memiliki sejarah skizofrenia dan 270 orang memiliki gangguan bipolar.

Studi menemukan ada hubungan yang signifikan antara infeksi jamur pada pria dan gangguan mental. Korelasi ini tidak ditemukan pada wanita.

Meski demikian, Infeksi jamur tetap menjadi masalah bagi wanita ketika itu menyangkut risiko kehilangan memori.

Para peneliti menguji para relawan wanita untuk mengetahui efek neurologis infeksi jamur Candida. Para relawan diminta menyelesaikan tugas-tugas kognitif selama 30 menit untuk menguji tingkat memori mereka. Ditemukan, wanita dengan riwayat infeksi jamur mendapat skor memori rata-rata lebih buruk dari wanita yang tidak ada riwayat infeksi jamur.

Temuan ini tidak berarti bahwa ada hubungan sebab-akibat antara infeksi Candida dengan gangguan mental atau kehilangan memori.

Jika Anda menderita infeksi jamur sesekali, tidak berarti bahwa Anda akan menderita skizofrenia atau mulai melupakan nama teman Anda.

Menurut para peneliti, faktor gaya hidup tertentu, kelemahan sistem kekebalan tubuh, dan koneksi usus dengan otak , bisa memainkan peran dalam munculnya infeksi jamur dan kondisi neurologis.

Kabar baiknya: Infeksi jamur cukup mudah untuk diatasi. Beralihlah ke pola makan rendah gula, diet rendah karbohidrat atau dengan menggunakan obat-obatan dari dokter.

Jika Anda rentan untuk menderita infeksi ini, bicarakan dengan dokter kebidanan dan kandungan tentang perubahan gaya hidup apa yang mungkin perlu lakukan.