Benua Australia Bergeser 1,5 Meter ke Utara

By , Selasa, 2 Agustus 2016 | 11:00 WIB

Akibat pergeseran tektonik, seluruh Benua Australia berpindah sejauh 1,5 meter ke arah utara selama 22 tahun terakhir. Perpindahan tersebut membuat posisi benua tersebut keluar dari singkronisasi dengan global positioning systems (GPS).

Lempeng Australia merupakan lempeng benua tercepat di planet ini, bergerak ke arah utara dan sedikit ke timur sekitar 7 cm setiap tahun.

Semua pergerakan tersebut dapat menimbulkan ketegangan yang pada akhirnya menyebabkan gempa bumi, tetapi hasil yang paling cepat adalah, pergerakan itu “menyeret” seluruh daratan Australia lebih dekat ke khatulistiwa dari tahun ke tahun.

Saat ini, peta digital tahu di mana letak sebuah negara berdasarkan koordinat detail yang disediakan oleh pemerintah.  Di Australia, koordinat tersebut terakhir kali diperbarui oleh badan nasional yang disebut Geocentric Datum of Australia (GDA) pada 1994, dan sejak saat itu, benua telah berpindah lebih dari 1,5 meter.

Perbedaan 1,5 meter mungkin bukan hal signifikan bagi mereka yang hanya menggunakan Google Maps untuk mengetahui rute tercepat untuk mencapai rumah, atau tempat lainnya, karena tingkat keakuratan teknologi GPS dalam smartphone kita berkisar 5-10 meter.

Meski demikian, teknologi terus berkembang dan kita sangat bergantung pada GPS dalam hal-hal tertentu seperti mobil tanpa pengemudi.

“Pada mobil tanpa pengemudi, perbedaan 1,5 meter akan berpengaruh apakah mobil itu akan berada di tengah jalan, atau di jalur lain.” Ujar Dan Jaksa dari Geoscience Australia, seperti dikutip dari ABC News.

Dengan demikian, dalam penerapan teknologi semacam mobil tanpa pengemudi, diperlukan pengukuran GPS seakurat mungkin.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, GDA  mengumumkan bahwa mereka akan memperbaharui koordinat negara secara resmi secepatnya.