Piramida Giza Punya Mekanisme Pertahanan Kuno untuk Menolak Penjarah Makam

By , Kamis, 4 Agustus 2016 | 07:00 WIB

Piramida Mesir masih memukau para peneliti dan publik dengan misteri-misteri yang tersembunyi di dalamnya.

Berbagai penelitian yang dilakukan oleh para peneliti sedikit demi sedikit menguak rahasia piramida, sehingga kita kini hampir memecahkan semua teka-tekinya.

Beberapa waktu lalu, ahli Mesir kuno Mark Lehner menjelaskan tentang serangkaian alur yang ditemukan di luar ruang pemakaman Raja Khufu di Piramida Besar Giza.

Ia berpendapat bahwa perancang konstruksi tersebut membangun sebuah sistem pertahanan sederhana: serangkaian batu granit tebal yang menghalangi jalan untuk menuju ruangan.

Perancang makam Khufu mendesain garis pertahanan untuk mencegah siapa pun untuk memasuki makam Raja.

“Alur dan tonjolan ini bukan sekedar hiasan. Mereka merupakan bagian dari mesin yang sangat primitif, ujar Lehner.

Alur digunakan untuk mengarahkan lempengan granit menuju pintu masuk serta untuk menjaga agar posisinya tetap vertikal. Sementara seperangkat blok tebal yang meluncur ke bawah lorong, memblokir pintu masuk dengan sempurna dan melindunginya dari para penjarah makam.

Setidaknya, seperti itulah rencananya. Ruang pemakaman itu mungkin sudah dirampok isinya di suatu waktu antara akhir rezim Khufu dan keruntuhan Kerajaan Lama (sekitar tahun 2134 sebelum masehi).

Apa yang tersisa dari pemakaman Khufu hanyalah sarkofagus merah besar dari bebatuan granit. Tetapi beberapa arkeolog berpikir bahwa pemakaman itu sendiri sebenarnya hanyalah tipuan, sementara makam yang asli tetap tersembunyi.