Kebiasaan minum kopi masing-masing orang berbeda-beda. Sebagian orang ada yang merasa cukup dengan mengkonsumsi secangkir kopi dalam sehari, sementara sebagian lainnya bisa minum tiga hingga lima gelas kopi dalam sehari. Ternyata, perbedaan tersebut berkaitan erat dengan gen di dalam tubuh kita.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim ilmuwan dari Univeristy of Edinburgh meneliti susunan gen PDSS2—yang berperan dalam metabolisme kafein—pada DNA lebih dari 1.200 orang di Italia dan membandingkannya dengan 1.731 orang di Belanda. Tim juga menanyakan jumlah kopi yang dikonsumsi oleh para partisipan dan membandingkan konsumsi mereka dengan hasil pemeriksaan genetik.
(Baca juga: 4 Manfaat Kopi untuk Kecantikan)
Hasil penelitian menemukan bahwa orang dengan variasi gen PDSS2 yang lebih tinggi mengkonsumsi kopi lebih sedikit. “Orang dengan tingkat gen PDSS2 tinggi memiliki metabolisme kafein yang lambat. Itu sebabnya mereka hanya perlu mengkonsumsi sedikit kopi untuk mendapatkan efek positifnya lebih lama,” kata ahli DNA Nicola Pirastu, seperti dikutip dari Time.
Studi ini bukan penelitian pertama yang menunjukkan hubungan genetika dengan kecenderungan untuk minum lebih banyak atau sedikit kopi. Studi pada 2014 silam yang dilakukan dengan meneliti lebih dari 12.000 peminum kopi menunjukkan bahwa ada 6 penanda genetik yang terkait dengan respon tubuh seseorang terhadap kafein.
(Baca juga: Mengapa Ada Orang yang Tahan Minum Kopi dan Tidak?)
Semakin banyak kita tahu tentang hubungan kopi dan DNA, maka akan semakin baik pula, mengingat betapa banyak manfaat kopi bagi kesehatan kita.