5 Pasien "Sembuh" dari HIV dalam Uji Coba Vaksin

By , Jumat, 10 Maret 2017 | 15:00 WIB

Terapi pengobatan HIV berbasis vaksin berhasil menekan jumlah virus pada lima orang pasien. Kesuksesan tersebut meningkatkan harapan kemungkinan pencegahan AIDS tanpa bergantung pada obat.

Tim ilmuwan menggabungkan dua vaksin HIV inovatif dengan obat yang biasanya dipakai untuk mengobati kanker. Penelitian itu dilakukan selama tiga tahun di Barcelona, SpLusia Kus Annaanyol.

Setelah menerima terapi tersebut, virus tidak terdeteksi pada 5 dari 24 orang dengan HIV yang mengikuti riset ini. Selain itu, penularannya juga bisa dicegah dengan sistem imun tubuh mereka. Salah satu dari pasien itu bahkan sudah bebas obat selama 7 bulan.

Ketua peneliti Beatriz Mothe mengatakan timnya sudah berada "di jalan yang benar" dalam mengembangkan terapi yang bisa menjadi alternatif dari penggunaan obat ARV harian yang sekarang ini jadi standar.

Menurut data PBB, sekitar 18 juta orang (separuh dari jumlah seluruh pasien HIV) mengonsumsi ARV setiap hari untuk memperlambat perkembangan infeksi.

Walau begitu, obat ARV masih mahal dan memberikan efek samping kurang nyaman. Di Indonesia, ARV disubsidi pemerintah. Pasien juga harus mengingat jadwal minum obat yang perlu dikonsumsi seumur hidup.

Penelitian di Spanyol itu memang masih berskala kecil, tetapi hasilnya cukup menjanjikan.

Mithcell Warren, direktur eksekutif AIDS Vaccine Advocacy Coalition, mengatakan vaksin dalam penelitian itu adalah vaksin terapeutik untuk orang yang sudah terinfeksi. Vakin itu berbeda seperti imunisasi untuk mencegah polio atau campak.

"Tujuan dari vaksin terapeutik adalah lebih mudah mengontrol virusnya tanpa perlu minum obat setiap hari," katanya.

Vaksin tersebut akan merangsang produksi sel darah merah yang bisa mengenali dan menghancurkan sel-sel yang sudah terinfeksi virus.