Menjelajahi Buton, Pulau Penghasil Aspal di Tenggara Sulawesi
Teringat percakapan di perjalanan yang dimulai lagi-lagi karena suatu pertanyaan, “Kenapa ada tugu bentuk buah nanas tadi gede banget? Kenapa tadi sampai dijadikan lampu taman juga?”
“Nanas itu simbol dari karakter orang Wolio. Orang Buton. Dari luar berduri-duri, kan? Tapi dalamnya manis. Kita juga muka keras tapi hatinya lembut,” jelas Budi.
Apa yang ia jelaskan juga tertulis di batu peresmian berplakat tersebut. Simbolisasi karakter orang Wolio dari buah nanas, ‘Tumbuh dimana saja yang bermakna mampu beradaptasi dimanapun berdomisili. Berbuah hanya satu bermakna keesaan Tuhan. Kulit berduri isi manis, meskipun penampilan fisik keras tapi berhati lembut. Mahkota bermakna selalu menjaga harga diri. Mata dan perisai bermakna selalu waspada dan mampu melindungi diri.’