Stargazer, Ikan Bermuka Unik

By , Selasa, 30 Januari 2018 | 15:00 WIB

Ini ikan apa? Setidaknya itu yang timbul di benak saya ketika melihatnya pertama kali pada salah satu media cetak khusus bawah air. Mukanya yang cukup seram terlihat seperti muka manusia, yang tercetak di permukaan pasir, sangat aneh dan unik ! dan saya pun langsung memasukannya ke dalam daftar biota laut yang harus saya punya gambarnya.

Tetapi keinginan tidak sejalan dengan yang didapat. Ikan ini ternyata sangat susah ditemukan. Kebasaannya yang suka menyembunyikan diri di dalam pasir, untuk menunggu mangsanya, membuat stargazer menjadi tersamar dengan pasir.

Ikan ini sendiri adalah famili dari Uranoscopidae, dari ikan perciform yang memiliki mata di atas kepala mereka. Famili ini mencakup sekitar 51 spesies (satu spesies sudah punah) dalam delapan genera, yang semuanya merupakan satwa laut. Ika Stargazer dapat ditemukan di seluruh dunia di perairan asin, baik dangkal maupun dalam.

(Baca juga: Bukan Hanya Manusia, Ikan Juga Bisa Mengalami Depresi)

Selain mata yang terpasang di atas, stargazer juga memiliki mulut besar yang menghadap ke atas dengan kepala besar. Kebiasaan mereka yang biasa adalah mengubur diri mereka di pasir, dan melompat ke atas untuk menyergap mangsa, yang lewat di atas kepala.

Beberapa spesies memiliki pemancing berbentuk cacing yang tumbuh dari lantai mulut mereka, yang mereka goyangkan untuk menarik perhatian mangsanya. Ikan-ikan kecil dan mahluk-mahluk invertebrata laut, menjadi mangsa favorit si stargazer. Sirip punggung dan duburnya relatif panjang.

Stargazers termasuk ikan yang berbisa. Mereka memiliki dua duri berbisa besar yang terletak di belakang operater mereka dan di atas sirip dada mereka. Spesies dalam genera Astroscopus dan Uranoscopus juga dapat menyebabkan sengatan listrik. Spesies Astroscopus memiliki satu organ listrik yang terdiri dari otot mata yang dimodifikasi, sedangkan spesies Uranoscopus berasal dari otot sonik.

Mereka adalah beberapa dari sedikit ikan biokarbon bioaktif hidrogen, yang lainnya adalah ikan patin bergaris. Kedua genera ini di dalam stargazer berada di luar delapan evolusi independen bioelectrogenesis. Mereka juga unik di antara ikan listrik karena tidak memiliki electroreceptors khusus.

Stargazers ternyata juga merupakan ikan yang lezat rasanya. Dan tidak usah kuatir akan racunnya, karena racunnya itu, tidak akan berfungsi saat dimakan. Di beberapa tempat, ikan ini dijual dengan organ beracun yang dilepas.

(Baca juga: Laut yang Menghangat Membuat Nemo Makin Sulit Ditemukan)

Saya sendiri baru menemukannya setahun yang lalu, di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Itu pun secara tidak sengaja. Ketika saya menyisir pasir hitam yang menjadi karakter dasar air Selat Lembeh, saya melihat satu seringai yang terlukis di permukaan pasir. Hati saya pun berdebar cukup kencang, dalam pikiran saya, saya sudah membayangkan bahwa ini adalah hewan yang saya sudah tunggu-tunggu untuk saya potret.

Perlahan saya kibaskan tangan saya di atas seringai itu, dan benar saja, mata nya pun mulai terlihat. Betapa senangnya hati saya, dan dengan segera saya mengambil gambar si muka aneh ini dalam beberapa angle. Sampai akhirnya saya pun harus menyudahi penyelaman ini, karena divecom saya sudah berbunyi, tanda waktu menyelam saya di kedalaman 18 meter itu sudah saya habis. Saya pun segera naik dengan senyum lebar.

Dunia bawah air, memang tak henti-hentinya membuat saya takjub dengan segala keindahan dan keunikannya. Saya pun sudah tidak sabar untuk segera ke darat, membuka laptop saya, dan melihat kembali hasil-hasil jepretan tadi. Gambar si muka aneh, stargazer fish.

Artikel ini pernah tayang di mongabay.co.id. Baca artikel sumber