Bangsa Romawi Gunakan Urine untuk Obat Kumur, Ternyata Ini Khasiatnya

By Hanny Nur Fadhilah, Minggu, 23 Januari 2022 | 09:00 WIB
Bangsa Romawi kuno menggunakan air kencing sebagai obat kumur. (Turbotorque/ Wikimedia Commons)

Nationalgeographic.co.id—Bangsa Romawi berkontribusi besar pada peradaban jalan, semen, saluran air hingga layanan pos. Meski demikian, tidak semua ciptaan mereka hidup hingga hari ini.

Salah satunya yang mungkin terdengar aneh, orang Romawi kuno menggunakan urine manusia dan hewan sebagai obat kumur untuk memutihkan gigi mereka. Masalahnya, itu benar-benar berfungsi. Namun jika dipraktikkan di zaman saat ini, nampaknya menjijikkan.

Urine mengandung amonia, senyawa nitrogen dan hidrogen, yang mampu bertindak sebagai agen pembersih. Saat ini, amonia adalah bahan dalam produk pembersih yang paling berguna untuk kaca, porselen, baja tahan karat, dan untuk menghilangkan kotoran dari oven Anda, misalnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, kala itu, terdapat guci umum di mana orang Romawi bisa buang air kecil. Kemudian para warga menunggu sampai urine steril dan larut menjadi amonia. Ketika sudah terisi penuh, urine dikumpulkan dan dibawa ke fullonica, atau binatu, untuk diencerkan dengan air dan dituangkan ke pakaian kotor.

Para kolektor urine dikenakan pajak karena baunya. Seorang pekerja akan berdiri di bak air kencing dan menginjak-injak pakaian, mirip dengan pengaduk mesin cuci modern. Jadi, bukan hanya sebagai obat kumur, urine di Romawi kuno digunakan sebagai sabun  pencuci pakaian. Kaisar Nero dari Vespasian memberlakukan pajak urine karena melihat potensi ekonomi di dalamnya. Urine hingga abad ke-18 menjadi salah satu bahan paling komersial.

Pepatah mengatakan bahwa sampah satu orang adalah harta orang lain. Bagi para ilmuwan yang mempelajari urine, pepatah itu cukup harfiah. Kencing adalah harta karun potensi ilmiah.

Jika dibandingkan dengan zaman modern saat ini, apakah air kencing sangat berharga bagi manusia praindustri?

Jawabannya adalah benar. Jika Anda telah menyelidiki bahan-bahan dalam pembersih rumah tangga, Anda mungkin telah memperhatikan bahan yang umum seperti amonia.

Sebagai basa, amonia adalah pembersih yang berguna karena kotoran dan lemak yang sedikit asam dinetralkan oleh amonia. Meskipun orang Eropa awal tahu tentang sabun, banyak pencuci yang lebih suka menggunakan urine untuk amonia untuk menghilangkan noda keras dari kain.

Bahkan setelah pembuatan sabun menjadi lebih umum, urine dikenal sebagai larutan alkali untuk pispot yang menampungnya, sering digunakan sebagai perawatan perendaman untuk noda yang membandel.

Urine tidak hanya membuat putih Anda lebih bersih, tetapi warna Anda lebih cerah: Pewarna alami dari biji, daun, bunga, lumut, akar, kulit kayu dan buah dapat keluar dari kain jika atau rendaman pewarna tidak diperlakukan dengan mordan, yang membantu untuk mengikat pewarna ke kain.

Bukan hanya itu, di zaman modern saat ini, urine dapat digunakan sebagai sumber tenaga listrik. Bakteri pemakan urine dapat menciptakan arus yang cukup kuat untuk menyalakan ponsel. Obat-obatan yang berasal dari urine dapat membantu mengobati infertilitas dan melawan gejala menopause. Bahkan temuan belum lama ini, sel induk yang diambil dari urine telah diprogram ulang menjadi neuron yang mampu digunakan untuk menumbuhkan gigi manusia.

Baca Juga: Menelisik Pelacur di Era Romawi Kuno, Dibayar dengan 'Sepotong Roti'