Berlangganan

Anggrek Biru Raja Ampat, Permata Langka yang Terancam Punah

Selasa, 08 Juli 2025 | 12:00 WIB
Bagikan :
Yanuar Ishaq Dwi Cahyo/Fauna & Flora International-Indonesia Programme
Anggrek biru Raja Ampat yang bernama ilmiah Dendrobium azureum ini berstatus terancam punah.

Nationalgeographic.co.id—Raja Ampat di Papua tidak hanya kaya akan keanekaragaman hayati di lautnya, tetapi juga di daratannya. Salah satu kekayaan hayati di daratan Raja Ampat adalah anggrek biru (Dendrobium azureum Schuit).

Spesies langka dan endemik tersebut hanya ditemukan di Cagar Alam Pulau Waigeo, salah satu pulau di Raja Ampat.

Ahli Konservasi Tumbuhan IPB University, Agus Hikmat, mengatakan bahwa dari sisi botani dan konservasi, anggrek biru Waigeo memiliki nilai yang sangat tinggi.

“Anggrek biru ini begitu istimewa karena hanya ditemukan di Pulau Waigeo, tidak ada di tempat lain di dunia,” ucapnya.

Spesies ini secara global telah dikategorikan sebagai endangered atau terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List.

Namun, secara hukum di Indonesia, Dendrobium azureum belum termasuk dalam daftar tumbuhan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Agus menegaskan bahwa perhatian dan langkah perlindungan dari berbagai pemangku kepentingan terhadap spesies anggrek biru ini sangatlah dibutuhkan.

“Sebagai spesies endemik dengan status terancam punah, anggrek biru membutuhkan perlindungan serius agar kelangsungan hidupnya tetap terjaga,” kata dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University itu.

Lebih lanjut, Agus juga mengulas ancaman terhadap habitat alami anggrek biru. Ia menyebutkan bahwa deforestasi dan perburuan untuk perdagangan menjadi faktor utama yang membahayakan keberadaan tanaman ini.

Mengenai kegiatan pertambangan di Raja Ampat, Agus menyampaikan bahwa meski tidak langsung merusak habitat anggrek biru dalam jangka pendek, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.

“Kerusakan yang terjadi di pulau-pulau sekitar akibat pertambangan dapat mengancam habitat di Pulau Waigeo, apalagi dengan pengaruh arus laut yang kuat,” jelasnya seperti dikutip dari laman IPB University.

Baca Juga: Temuan Spesies Baru dari Aceh: Anggrek Akar Tak Berdaun yang Unik dan Endemik

Tag: